Uber Bobol Rival dan Politisi?

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 18 Dec 2017 17:18 WIB
uber
Uber Bobol Rival dan Politisi?
Uber dilaporkan memiliki tim khusus untuk mengawasi dan mengintai sejumlah pihak.

Jakarta: Bulan lalu, informasi yang beredar menyebut Uber memiliki unit rahasia yang ditujukan untuk mencuri rahasia perdagangan, mengawasi kompetitor, menggunakan pesan yang dapat rusak dengan sendirinya dan menghindari regulasi pemerintah.

Tuduhan tersebut berasal dari mantan anggota tim keamanan Uber, Ric Jacobs, yang mengungkapkannya dalam dokumen sebanyak 37 halaman. Pada dokumen yang dikirimkan kepada manajemen Uber awal tahun 2017 tersebut, Jacobs menjelaskan secara terperinci perilaku curang Uber.

Sebelumnya, sebagian kecil informasi yang dituangkan pada dokumen tersebut dibacakan di pengadilan. Kini, sebagian salinan dokumen menjadi dokumen publik sebagai bagian dari litigasi yang tengah berlanjut antara Uber dan Waymo, unit kendara mandiri Alphabet.

Dokumen yang disebut sebagai Surat Jacobs telah menjadi pembicaraan terhangat saat ini terkait kasus antara dua raksasa teknologi tersebut, mengenai masa depan kendaraan nirsopir. Dokumen tersebut menambah daftar panjang riwayat masa sulit Uber pada tahun ini.

Sebelumnya, Uber harus menghadapi serangkaian skandal yang ditimbulkan perusahaannya, menyebabkan peningkatan prospek hukuman untuk Uber. Sekilas, surat Jacobs tersebut menjelaskan dengan sangat detil terkait sejumlah tindakan pelanggar hukum yang dilakukan Uber.

Jacobs menunduh bahwa unit rahasia Uber bernama Strategic Services Group (SSG) secara berkala terlibat di kericuhan dan pencurian, dan mempekerjakan vendor pihak ketiga untuk mengelola fata atau informasi tidak resmi.

Jacobs juga menuduh petugas keamanan Uber meretas dan merusak bukti terkait dengan pengawasan terhadap kelompok oposisi. Selain itu, Jacobs juga menyebut bahwa mantan CEO Uber, Travis Kalanick mengetahui hal tersebut.

Pegawai Uber lainnya, Nicholas Gicinto, bersama SSG, mengadakan operasi virtual untuk meniru identitas protester, mitra pengendara Uber, dan operator taksi.

Pegawai keamanan Uber tersebut memiliki peluang besar untuk menyembunyikan aktivitas pengawasan mereka dari pihak berwenang.

Petugas tersebut menggunakan komputer yang tidak dibeli oleh Uber yang menjalankannya via perangkat Mi-Fi, sehingga trafik tidak muncul di jaringan Uber. Tim tersebut juga disebut Jacobs, juga menggunakan jaringan publik virtual dan arsitektur non-atribusi Amazon Web Services terkontrak, untuk menyembunyikan upaya mereka.

Jacobs menyebut SSG menargetkan sejumlah pihak, termasuk politisi, regulator, badan hukum, organisasi taksi dan persatuan pekerja, yang berlokasi setidaknya di wilayah Amerika Serikat. Tim tersebut juga disebut Jacobs memanfaatkan kemampuannya untuk mendapatkan dana investasi sebesar USD3,5 juta (Rp47,5 miliar) dari investor asal Arab Saudi.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.