Perusahaan Ini Ingin Kartu SIM Tak Lagi Terpasang di Ponsel, Kenapa?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 22 Feb 2018 07:42 WIB
smartphone
Perusahaan Ini Ingin Kartu SIM Tak Lagi Terpasang di Ponsel, Kenapa?
Slot kartu SIM di smartphone.

Jakarta: Harus diakui, perkembangan smartphone terlihat dari ukurannya yang semakin tips dan bisa menampung banyak sekali kecanggihan. Tentu saja, untuk menciptakan hal tersebut dibutuhkan usaha.

Usaha itu adalah mencari jalan agar setiap milimeter ruang di dalam smartphone bisa diisi oleh beragam komponen yang membuatnya makin canggih. Perusahaan semikonduktor ARM justru berencana ingin membuang slot kartu SIM dari smartphone.

Padahal, kartu SIM merupakan identitas atau komponen yang yang penting karena berisi nomor telepon kita dan orang lain. Dikutip dari The Verge, ARM berencana mengintegrasikan kartu SIM dengan chip pada prosesor. Solusi ini bernama iSIM.

ARM mengatakan bahwa dengan menghilangkan slot SIM yang kini berukuran Nano (12,3x8,8mm), pembuat smartphone bisa memiliki ruang yang lumayan untuk ditanamkan komponen lain. Bahkan, ARM menyebut hal tersebut juga bisa mengurangi biaya produksi kartu.

Pihak ARM sendiri mengaku mengembangkan teknologi tersebut melihat semakin banyaknya perangkat IoT (Internet of Things) yang diciptakan dan membutuhkan layanan seluler untuk tetap terhubung. 

Menurut ARM, desain teknologi iSIM akan mudah diterima oleh operator khususnya vendor smartphone, sebab beberapa vendor juga telah mengembangkan teknologi serupa bernama eSIM.

Untuk desain iSIM, ARM menyatakan telah mengirimkan desain dari komponen tersebut ke berbagai pelaku industri smartphone. Seperti yang diketahui nama ARM sudah cukup dikenal sebagai manufaktur semikonduktor yang mengisi banyak sekali merek smartphone.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.