Kebanyakan Pengguna Facebook tak Sadar Datanya Dikumpulkan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 17 Jan 2019 14:03 WIB
media sosialfacebook
Kebanyakan Pengguna Facebook tak Sadar Datanya Dikumpulkan
Kebanyakan pengguna Facebook tak sadar datanya dikumpulkan. (Photo by JOEL SAGET / AFP)

Jakarta: Sebanyak 74 persen pengguna Facebook tidak sadar bahwa media sosial itu memiliki daftar tentang ketertarikan mereka yang digunakan untuk kepentingan iklan, menurut studi baru dari Pew Institute. 

Dalam studi itu, para responden diarahkan ke halaman preferensi iklan Facebook, yang menunjukkan ketertarikan pengguna.

Hampir 60 persen partisipan mengaku bahwa daftar itu memang cukup menggambarkan ketertarikan mereka. Sementara 51 persen orang mengatakan merasa tidak nyaman karena Facebook memiliki daftar itu. 

Dalam beberapa tahun belakangan, Facebook memang sering mendapatkan pertanyaan terkait privasi pengguna.

Tahun lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg harus bersaksi di hadapan Kongres Amerika Serikat, membahas tentang kekhawatiran privasi pengguna dan membahas bagaimana perusahaan mengumpulkan informasi pribadi pengguna. 

Walau Zuckerberg mengatakan bahwa pengguna Facebook memiliki kendali penuh atas data yang mereka unggah dan informasi yang Facebook gunakan untuk menargetkan iklan, studi dari Pew menunjukkan bahwa kebanyakan pengguna Facebook tidak sadar akan cara Facebook mengumpulkan data pribadi pengguna. 

Studi itu juga menunjukkan bahwa meski Facebook menyediakan berbagai alat pada pengguna untuk mengendalikan data yang mereka berikan dan berbagai alat transparansi informasi lain, para pengguna kebanyakan tidak tahu cara mengakses alat-alat itu.

Untuk menghapus data terkait ketertarikan tertentu misalnya, pengguna harus melalui beberapa langkah. 

"Kami ingin orang-orang mengerti pengaturan dan cara kerja iklan kami," kata Facebook dalam pernyataan resmi.

"Itu artinya, iklan yang lebih relevan untuk orang-orang. Dan walau kami dan para pelaku industri iklan digital lain harus mengedukasi masyarakat tentang cara kerja iklan berbasis ketertarikan dan bagaimana kami melindungi informasi pengguna, kami membuka diskusi terkait kendali dan transparansi."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.