PlayerUnknown's Battleground

3 Indonesia Jajal Esport Lewat PUBG Mobile

Mohammad Mamduh    •    Senin, 14 Jan 2019 10:06 WIB
telekomunikasiesporttripubg
3 Indonesia Jajal Esport Lewat PUBG Mobile
Ilustrasi

Jakarta: Operator telekomunikasi 3 Indonesia mulai menjajal ranah esport. Mereka menggelar program Creator Reborn, untuk melahirkan kreator konten dan tim esport. 

Mereka menyebutkan, program ini berhadiah Edutrip ke USA dan dana jutaan rupiah. Penyampaian karya dan babak penyisihan dibuka mulai 16 Desember 2018 hingga 31 Januari 2019.
 
“Kami ingin menyebarkan semangat dan edukasi pemanfaatan akses internet dan teknologi digital untuk mengolah ide menjadi sebuah karya kreatif berbasis digital dan pengembangan bakat,” ujar Dolly Susanto, Chief Commercial Officer 3 Indonesia.
 
Kompetisi Creator Reborn dibagi atas dua kategori besar, yaitu karya kreatif dan kompetisi PUBG Mobile. Karya kreatif meliputi Dance Music dan Short Movie yang akan diseleksi oleh 3 Indonesia dan para pakar di bidangnya.

Sepuluh karya terbaik dari setiap kategori akan dipilih untuk menjadi dua karya kreatif terbaik dan memenangkan perjalanan ke perhelatan industri kreatif berskala dunia di Amerika Serikat.

"Internet, perkembangan teknologi, ditambah dengan ide kreatif bisa menciptakan banyak hal yang positif di industri kreatif dan memberikan banyak peluang bisnis,” ujar Dolly.
 
Selain karya kreatif, wadah pengembangan talenta yang memiliki potensi besar pada pertumbuhan ekonomi digital adalah kompetisi esport.

“Ajang ini digelar guna memberikan inspirasi positif untuk meningkatkan hobi dan talenta menjadi gamer profesional dengan prestasi gemilang,”papar Dolly.

Game yang dikompetisikan adalah PUBG Mobile. Kompetisi diawali dengan tahap seleksi di 36 kota hingga finalnya di ajang BimaDay. Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai dengan total sebesar Rp63 juta dan mengikuti bootcamp bersama EVOS.
 
Creator Reborn  merupakan rangkaian kegiatan dari program utama yaitu BimaDay yang akan berlangsung pada Maret 2019 di Bandung. Ajang ini sekaligus menjadi final kompetisi esport dan pemilihan karya kreatif Dance Music maupun Short Movie di yang sudah terseleksi oleh dewan Juri.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.