Acer Predator Helios 500 Bisa di-OC, Pentingkah?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 05 Oct 2018 19:08 WIB
acer
Acer Predator Helios 500 Bisa di-OC, Pentingkah?
Acer Predator Helios 500. (Medcom.id)

Jakarta: Acer baru saja memperkenalkan Helios 500. Laptop gaming terbaru dari Acer itu menggunakan Ryzen 7 2700 sebagai prosesornya.

Itu merupakan prosesor yang biasa digunakan pada desktop. Satu hal menarik lainnya, Anda masih bisa melakukan overclock pada prosesor tersebut, meningkatkan performanya. 

Untuk memamerkan kemampuan ini, Acer mengundang Alva Jonathan, seorang overclocker yang telah menjuarai kompetisi overclock tingkat internasional dalam acara peluncuran yang diadakan di Plaza Senayan, Jumat, 5 Oktober 2018. 

"Overclocking di desktop adalah hal yang sudah biasa," kata pria yang akrab dengan panggilan Alva ini. "Tapi, overclock di notebook adalah sesuatu yang sangat premium sekali."

Dia mengatakan, biasanya, notebook yang memiliki fitur overclock memiliki harga sekitar 50-60 jutaan. Sebagai perbandingan Acer Predator Helios 500 hanya dibanderol dengan harga Rp40 juta. 

Alva menganggap, ada dua tujuan bagi Acer dan AMD membanggakan fitur overclock pada Helios 500. Pertama itu menunjukkan bahwa sistem pendingin di laptop tersebut sangat bagus sehingga pengguna masih bisa melakukan overclock.

"Kedua, ini menunjukkan bahwa Ryzen adalah prosesor yang paling fleksibel dalam hal overclock," katanya. 

Meskipun begitu, dia merasa, fitur overclock bukanlah fitur yang terlalu penting untuk pengguna biasa.. "Tapi, untuk orang-orang yang bisa menaikkan produktivitas dengan peningkatan performa 10 persen pada laptop, mereka akan rela membayar mahal untuk fitur overclock," ujarnya. 

Dalam sebuah demonstrasi, Alva mencoba untuk melakukan overclock pada Helios 500, membuat prosesor pada laptop itu mencapai 4,2GHz.

Dia secara sengaja membuat laptop menjadi crash dengan membuat prosesor mencapai 4,3Ghz. Menariknya, laptop tidak mengalami masalah. 

"Saat sistem crash, Ryzen Master akan memicu recovery mode, sehingga laptop akan menyala dalam keadaan default," katanya. 


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.