GK-PnP Juga Bantu Startup Asing, Ini Syaratnya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 16 Oct 2018 18:05 WIB
startup
GK-PnP Juga Bantu Startup Asing, Ini Syaratnya
(Ki-Ka): Ady Bangun, Wesley Harjono dan Jupe Tan.

Jakarta: GK-Plug and Play mengadakan Expo Day yang ketiga di Energy Building pada hari ini, Selasa, 16 Oktober 2018.

Sebagai akselerator, GK-PnP telah melatih 36 startup di Indonesia sejak 2016 lalu. Ini adalah tahun ketiga GK-PnP mengadakan program akselerasi startup. Tahun ini, ada 13 startup yang terpilih oleh GK-PnP.

Dari tiga belas startup tersebut, 10 berasal dari Indonesia sementara 3 sisanya berasal dari Amerika Serikat dan Singapura.

Wesley mengatakan, selain untuk mngembangkan ekosistem startup di Indonesia, GK-PnP juga ingin membantu startup asing untuk masuk ke Indonesia.

Tidak heran, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat dan pengguna internet di Indonesia terus bertambah. Namun, dia meyainkan GK-PnP tidak akan sembarangan membantu startup asing untuk masuk ke Indonesia.

"Kami memiliki hak untuk memilih startup yang akan kami bantu. Jika ada startup dari luar yang ingin masuk, tapi di Indonesia sudah ada startup yang menawarkan hal yang sama, kita prioritaskan startup lokal," kata Wesley.

"Jika solusi suatu masalah ada di Indonesia, tidak perlu cari dari luar negeri." Menurutnya, startup lokal akan lebih mudah untuk berkembang karena produknya didesain untuk pasar Indonesia secara khusus.

Wesley mengaku, startup asing biasanya memang sudah lebih matang, terutama startup yang datang dari negara maju seperti Singapura dan Amerika Serikat atau Tiongkok. Namun, dia ingin agar startup lokal bisa menyerap ilmu dari startup asing yang memang sudah lebih berpengalaman.

"Startup Indonesia bisa mendapatkan pengetahuan dan metode terbaik dari startup yang sudah lebih maju. Mereka bisa melakukan kolaborasi dan bukannya saling bersaing dengan satu sama lain," kata Wesley.

Sementara itu, Jupe Tan, Managing Partner Plug and Play Asia Pasifik mengatakan bahwa PnP memang tengah berusaha untuk mengembangkan program mereka secara global.

"Startup harus bisa berpikir global, meski eksekusi disesuaikan dengan keadaan di sebuah negara," kata Jupe.

Dalam konferensi pers ini, juga hadir Ady Bangun, Co-founder dan CEO Trukita, startup yang menyediakan platform marketplace untuk memudahkan perusahaan menemukan truk dan layanan transportasi lain.

Saat ditanya apakah dia merasa terintimidasi oleh startup asing yang biasanya memiliki teknologi lebih baik, Ady mengaku tidak takut.

"Itu buktinya bahwa kami tidak gila, bahwa memang ada masalah yang harus dipecahkan," kata Ady.

"Dunia logistik dan truk sangat besar dan sangat terlokalisasi. Masing-masing negara memiliki keunikan tersendiri. Pelaku lokal biasanya memiliki pengetahuan tentang cara kerja industri di negaranya," katanya.

"Selain itu, biasanya PnP akan mencari startup yang tidak saling bersaing dengan satu sama lain, tapi bisa saling bantu."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.