Kacamata AR Pakai Layar MicroLED?

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 26 Dec 2018 08:34 WIB
teknologi
Kacamata AR Pakai Layar MicroLED?
Panel layar microLED dilaporkan akan banyak digunakan oleh kacamata berteknologi Augmented Reality.

Jakarta: Sebagian besar kacamata berteknologi Augmented Reality (AR) menggunakan teknologi Liquid Crystal on Silicon (LCoS) pada layar mereka. Namun teknologi layar lain dinilai lebih baik untuk perangkat ini.

Menurut Digitimes dan tim penelitinya, microLED akan menjadi teknologi layar utama yang digunakan oleh kacamata AR di masa mendatang. Kacamata lain telah menggunakan proyeksi laser, namun muncul kekhawatiran bahwa beam laser akan merusak retina pengguna.

Berdasarkan laporan, layar AMOLED dapat menjadi kompetitor untuk microLED. Namun, layar MicroLED memiliki latensi lebih rendah, kontras lebih tinggi dan masa pakai lebih lama jika dibandingkan dengan AMOLED.

Layar ini juga 30 kali lebih terang jika dibandingkan dengan layar AMOLED. MicroLED mungkin menjadi pilihan terbaik untuk kacamata AR, namun terdapat sejumlah kekhawatiran terkait dengan panel layar ini.

Sejauh ini, layar microLED belum diproduksi secara massal. Samsung memperkenalkan prototipe panel layar microLED di ajang CES lalu, namun menilai proses produksinya cukup sulit dan menyebabkan kerugian biaya untuk teknologi ini.

Sementara itu, Apple telah mengembangkan panel layar microLED setelah membeli LuxVue Technology. Apple dilaporkan mempekerjakan sebanyak 300 teknisi pada proyek tersebut.

Karena kesulitan dalam memproduksi layar microLED, Apple dilaporkan hampir menyerah pada pengembangan teknologi ini pada tahun 2017 lalu.

Salah satu ahli layar menyebut hal ini sebagai peluang emas untuk Apple. Sebab, semua orang disebut dapat membeli layar OLED atau LCD, namun Apple dapat memiliki microLED. Sebelumnya, Apple juga dirumorkan tengah mengembangkan kacamata AR.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.