Pasar Nirawak Diprediksi Capai Rp476 Triliun

Mohammad Mamduh    •    Senin, 23 Apr 2018 16:44 WIB
huaweidronecorporate
Pasar Nirawak Diprediksi Capai Rp476 Triliun
Acara Huawei Global Analyst Summit 2018

Jakarta: Pasar perangkat nirawak pada tahun 2025 diperkirakan mencapai USD33,9 miliar (sekitar Rp474,6 triliun) berkat ekspansi pemanfaatan perangkat tersebut dalam menunjang sektor industri dan transportasi.

“Langit digital akan segera terwujud, yang akan dipicu dengan pengembangan industri drone yang begitu pesat serta penerapan teknologi berbasis 5G,” tulis laporan yang dirilis dalam perhelatan Huawei Global Analyst Summit 2018.

Industri drone pada 2016 bernilai USD5,3 miliar (Rp74,2 triliun), yang mencakup perangkat, piranti lunak, layanan, serta aplikasi. Namun, hal tersebut baru merupakan langkah awal dalam mewujudkan “langit digital” di masa depan.

“Saat ini jangkauan menara pemancar sinyal (BTS) untuk wilayah udara dengan ketinggian rendah (di bawah 1.000 meter) dan menengah (3.000-5.000 meter) masih dibatasi oleh sejumlah aturan, sehingga tingkat pemanfaatannya tergolong rendah,” tulis laporan itu.

Huawei Wireless X Labs Digital Sky sedang mengupayakan memperluas cakupan jaringan di wilayah udara berketinggian rendah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan uji coba yang kondusif untuk penggunaan drone, bahkan memungkinkan sistem pengantaran paket dengan drone atau taksi terbang untuk mengangkut penumpang.

“Kendaraan otonom akan berfungsi sebagai infrastruktur yang mendukung model bisnis taksi terbang itu. Mereka tidak perlu runway dan bisa lepas landas secara vertikal layaknya helikopter. Hal tersebut juga akan mengatasi masalah mobilitas yang dihadapi manula dan penyandang disabilitas,” tulisnya.

Lebih lanjut, pemanfaatan wilayah udara untuk transportasi tersebut akan menyisakan ruang yang lebih hijau di daratan. Jalanan yang tadinya dipadati kendaraan bermotor bisa kembali digunakan untuk lahan hijau atau ruang untuk komunitas.

Namun, penerapan teknologi inovatif tersebut baru bisa terwujud jika didukung dengan integrasi teknologi nirkabel super cepat ke dalam industri drone, perluasan cakupan jaringan hingga wilayah udara ketinggian rendah, peningkatan standar industri, serta perluasan aturan untuk penggunaan wilayah udara secara efisien.

“Skenario tersebut akan memungkinkan drone yang saling terhubung dalam sektor transportasi, pengintaian, penyelamatan bencana, serta berbagai fungsi manajemen perkotaan lainnya karena saat ini drone hanya terhubung dengan remote control,” tulis laporan GIV 2025.

Selain sektor transportasi, diprediksi industri logistik (pengiriman paket) akan merasakaan manfaat yang besar dari perluasan pemanfaatan drone karena kurir pengantaran, alokasi pemesanan barang, jumlah barang, dan berbagai elemen lain tidak akan jadi masalah di era +Intelligence.

“Sistem logistik manual akan punah, kompetisi industri logistik akan ditentukan oleh inovasi dan layanan yang berbasis personal,” tulisnya.

Dalam proses riset GIV 2025, Huawei menerapkan metodologi unik yang menggabungkan data dan analisis tren guna memaparkan tren serta cetak biru masa depan industri TIK.

Data yang digunakan dalam GIV 2025 tersebar di lebih dari 170 negara dan laporan tersebut mencakup tiga dimensi yaitu perangkat yang terhubung, perangkat yang mampu mengindra, dan perangkat yang cerdas.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

4 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.