Zenmuse XT2, Cara DJI Sentuh Segmen Industri

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 24 May 2018 19:28 WIB
drone
Zenmuse XT2, Cara DJI Sentuh Segmen Industri
Peluncuran teknologi kamera sensor thermal Zenmuse XT2.

Jakarta: Di Indonesia drone lebih dikenal untuk hiburan atau yang dikenal sebagai segmen consumer. Padahal, drone juga memiliki peran penting di segmen bisnis.

Misalnya, pemanfaatan foto atau video udara untuk kebutuhan inspeksi bidang industri tertentu maupun keamanan publik. Adanya peluang kebutuhan yang cukup besar tersebut DJI hari ini memperkenalkan teknologi kamera untuk drone mereka yang bernama Zenmuse XT2.

Zenmuse XT2 merupakan kamera dengan teknologi dual-sensor yang memadukan radiasi radiometrik FLIR yang menyediakan sensor thermal dan sensor kamera visual beresolusi 4K. Hal ini memungkinkan penggunanya untuk melihat data thermal dan visual secara bersamaan.



Kemampuan ini memotong problem penggunaan drone di area industri. Biasanya drone hanya bisa menampilkan foto dan video atau data visuak saja tanpa analisis, sehingga proses data dari drone cukup panjang dan membutuhkan tools tambahan. Pemanfaatan lainnya juga bisa digunakan untuk kebutuhan supervisi keamanan publik.

Pada Zenmuse XT2 terdapat beberapa fitur yang mengandalkan sensor thermal di dalamnya, di antaranya Quick Track untuk memusatkan kamera pada area yang dipilih, Heat Track membuat drone secara otomatis melacak objek terpanas yang tertangkap kamera drone.



Ada juga fitur Temp Alarm yang mampu menafsirkan data thermal secara real-time dan memperingatkan operator drone saat suhu objek yang terpantau melebihi batas ambang yang ditentukan.

Zenmuse XT2 kompatibel dengan deretan drone DJI mulai dari DJI Matrice 200 Series dan Matrice 600 Pro. Untuk kemampuan sensor kamera visualnya sendiri tersedia lensa resolusi 12MP CMOS mendukung digital zoom hingga 8x dan disimpan dalam format JPEG.

Sementara untuk mengambil video Zenmuse XT2 mampu menghasilkan video resolusi 4K dalam format MOV dan MP4.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.