Google Garap Ponsel Pixel Pakai Snapdragon 710

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 04 Jun 2018 08:17 WIB
google
Google Garap Ponsel Pixel Pakai Snapdragon 710
Google mengklaim tengah mengembangkan ponsel Pixel kelas menengah dengan dukungan prosesor Snapdragon 710.

Jakarta: Menurut rumor yang beredar, Google akan meluncurkan dua smartphone Pixel 3 pada kuartal ketiga mendatang. Kedua Pixel 3 tersebut dilaporkan sebagai upgrade konsisten dari model Pixel 2 dan Pixel 2 XL, dan akan diproduksi Foxconn.

Selain itu, LG Display akan menjadi pemasok panel layar untuk perangkat Pixel 3. Namun, terdapat rumor baru terkait dengan klaim Google yang mengaku telah mulai mengembangkan smartphone Pixel lainnya, dan bakal diluncurkan pada pertengahan tahun pertama 2019.

Berbeda dari Pixel 3 dan Pixel 3 XL, smartphone Pixel yang dirumorkan akan didukung oleh chipset terbaru Qualcomm, Snapdragon 710, prosesor yang ditujukan untuk perangkat Android kelas menengah. Sayangnya, tidak banyak informasi yang diketahui terkait dengan smartphone karena pengembangannya baru dimulai.

Bahkan, tidak ada jaminan bahwa Google akan meluncurkan perangkat ini pada tahun 2019 mendatang.

Rencana Google untuk memasuki pasar smartphone kelas menengah dinilai mengejutkan, tetapi masuk akal untuk raksasa pencarian tersebut untuk mendorong divisi mobile barunya yang diakuisisi dari HTC untuk bekerja.

Sebelumnya, Google Indonesia mendemonstrasikan kemampuan Google Assistant yang semakin fasih dalam memahami perintah dan percakapan dalam bahasa Indonesia. Tidak hanya semakin memahami bahasa Indonesia tidak baku, Google Assistant juga dapat memberikan tanggapan dengan bahasa lebih luwes.

Google juga mencoba memastikan insiden Amazon Echo, yaitu tanpa disadari pengguna mengaktifkan Alexa, merekam percakapan pribadi dan mengirimkan ke kontak tidak dialami oleh pengguna Assistant. Google memastikannya dengan mengubah cara akses Assistant, dengan menekan tombol Home selama beberapa saat.

Seiring dengan semakin kerasnya protes karyawan Google, Greene memutuskan untuk mengadakan diskusi terkait Project Maven, keterlibatan Google di dalamnya dan etika penggunaan AI.

Protes keras pegawai turut mendorong Google untuk mengumumkan bahwa mereka akan membuat peraturan etis terkait keterlibatan mereka dalam proyek militer.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.