Soal AI, Gedung Putih Janji tak Buat Peraturan Ketat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 11 May 2018 13:29 WIB
amerika serikatkecerdasan buatan
Soal AI, Gedung Putih Janji tak Buat Peraturan Ketat
Ilustrasi.

Jakarta: Perusahaan teknologi Amerika Serikat mengembangkan kecerdasan buatan (AI) hingga ia melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan sebelumnya. Alat seperti Duplex buatan Google memang mengagumkan. Namun, pada saat yang sama, ia juga mengerikan. 

AI memiliki potensi besar dan juga memiliki dampak besar pada masyarakat. Gedung Putih berjanji bahwa mereka tidak akan membuat regulasi yang ketat terkait AI. 

"Meskipun Amerika akan selalu berusaha mengembangkan AI dengan hati-hati, kami tidak akan mematikan potensi Amerika di dunia internasional," kata Michael Kratsios, Pemimpin dari Badan Peraturan Sains dan Teknologi, seperti yang dikutip dari ZDNet

Sekitar 40 perusahaan, termasuk Amazon, Facebook, Microsoft, Google, NVIDIA, Walmart dan General Electric, memiliki representasi dalam pertemuan AI yang diadakan oleh Gedung Putih. 

"Pemerintahan kami tidak akan sibuk untuk menghadapi masalah yang belum muncul," kata Kratsios pada para perwakilan perusahaan.

"Kami tidak akan mencoba 'menyelesaikan' masalah yang belum ada. Kami tidak membuat peraturan sebelum Edison menyalakan bola lampu yang pertama. Kami tidak memotong kabel telepon sebelum Alexander Graham Bell membuat panggilan telepon pertama."

Kratisos mengatakan, di Afrika, drone telah digunakan untuk membagikan obat-obata. "Karena peraturan yang terlalu ketat di Amerika, apa yang bisa menyelamatkan nyawa di Rwanda justru dilarang untuk digunakan di Raleigh."

Salah satu dampak negatif yang diperkirakan akan muncul akibat AI adalah pemecatan karyawan. Pemerintahan Obama menyarankan agar pemerintah membuat peraturan yang "agresif" untuk memastikan semua warga AS bisa mendapatkan keuntungan dari AI. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.