Facebook, Apple, Microsoft dan Industri Teknologi Kecam Trump

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 27 Jun 2018 14:34 WIB
amerika serikatapplefacebookmicrosoft
Facebook, Apple, Microsoft dan Industri Teknologi Kecam Trump
Petugas penjaga perbatasan AS berpatroli di El Paso. (Foto: AFP)

Jakarta: "Kejam, keji, tidak bermoral." Begitulah anggapan Airbnb atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memisahkan keluarga yang melewati perbatasan Amerika Serikat untuk mencari suaka. 

Airbnb bukanlah satu-satunya perusahaan yang mengkritik Trump. Microsoft juga mengecam Trump setelah mendapatkan kritik karena bekerja sama dengan Departemen Bea Cukai dan Imigrasi, lapor CNET

"Sebagai sebuah perusahaan, Microsoft kecewa dengan pemisahan anak dari keluarga mereka di perbatasan," kata Microsoft.

"Kami mendorong pemerintah untuk mengubah peraturan mereka dan Kongres untuk mengesahkan peraturan yang menjamin anak-anak tidak akan dipisahkan dari keluarga mereka."

Industri teknologi adalah salah satu pencapaian besar AS. Para pemimpin dunia -- mulai dari Perdana Menteri India, Narendra Modi sampai Presiden Tiongkok, Xi Jinping -- secara rutin mengunjungi para pemimpin perusahaan-perusahaan teknologi seperti Google, Apple, Facebook dan Intel ketika mereka berkunjung ke AS. 

Ketika menjabat sebagai presiden, Barack Obama bahkan sering mengunjungi para eksekutif industri teknologi dan mengundang mereka untuk makan malam bersama.

Sebagai industri besar, perusahaan-perusahaan teknologi memiliki pengaruh pada isu-isu politik seperti keamanan siber dan juga pajak. 

Namun kini, para CEO teknologi juga mulai memerhatikan isu-isu lain seperti peraturan imigrasi dan hak wanita juga kaum minoritas lain. Suka atau tidak, Silicon Valley kini memiliki kekuatan politik yang tidak kecil. 

Sebelum ini, Trump juga telah beradu pendapat dengan industri teknologi, seperti ketika pemerintah menetapkan larangan masuk AS untuk warga dari beberapa negara dan penghapusan netralitas internet.

Masalah memisahkan anak dari keluarganya di perbatasan kini menjadi masalah terbaru yang diperdebatkan oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan teknologi. 

Microsoft mengaku "sangat kecewa" dengan keputusan pemerintah dan mendorong mereka untuk mengubah regulasi tersebut.

Sementara Airbnb menyebut keputusan pemerintah "kejam, keji dan tak bermoral". CEO Apple Tim Cook mengatakan bahwa langkah pemerintah "tidak manusiawi" dan CEO Box Aaron Levi mengatakan bahwa keputusan ini tidak mencerminkan budaya AS. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.