Satu NIK Dipakai oleh 2,2 Juta Nomor Seluler

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 09 Apr 2018 18:19 WIB
telekomunikasi
Satu NIK Dipakai oleh 2,2 Juta Nomor Seluler
Dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) Komisi I DPR dan Dukcapil dengan Kominfo PPI di Jakarta, Senin 9 April 2018

Jakarta: Tahun lalu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat mendaftarkan kartu SIM mereka menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nomor KK (Kartu Keluarga).

Sayangnya, program ini tidak berjalan mulus. Diketahui bahwa ada satu KK yang digunakan oleh banyak orang. 

Dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) Komisi I DPR dan Dukcapil dengan Kominfo PPI (penyelenggara pos dan informatika), diketahui bahwa satu NIK digunakan oleh lebih dari 2,2 juta nomor ponsel.

Sebelum ini, memang Kominfo telah menyebutkan bahwa ada penyalahgunaan data KK dalam registrasi kartu SIM. Namun, ketika itu, jumlah nomor yang menggunakan satu KK hanya mencapai puluhan saja. 

Di bawah ini adalah tabel NIK yang digunakan untuk melakukan registrasi secara ilegal. Data ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh. 



Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Pos & Informatika (PPI), Ahmad M.Ramli mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat pada para operator untuk memblokir nomor-nomor kartu yang didaftarkan secara ilegal atau terdaftar secara tidak wajar. 

"Semua nomor yang terdaftar secara ilegal atau tidak wajar, kita telah meminta operator untuk memblokir semua," kata Ramli saat ditemui di DPR. "Kami memberikan waktu hingga bulan Mei bagi operator untuk melakukan cleansing."

Sejauh ini, dia menyebutkan, Telkomsel telah memblokir 8 juta nomor, sementara masing-masing dari Indosat Ooredoo dan XL Axiata telah memblokir 7 juta nomor.

Lalu, bagaimana KK dan NIK ini didapatkan oleh oleh oknum hingga disalahgunakan? "Caranya banyak sekali," kata Zudan. "Ketika membuka rekening, kita menyerahkan KTP, ketika mendaftarkan ke program S2. Di KPU, mereka menyimpan fotokopi KTP kita." 

Tidak hanya itu, dia juga menunjukkan bahwa Anda bisa menemukan gambar dari KK dan KTP dengan mencarinya di Google dengan mudah. Dan pihaknya tidak tahu siapakah yang mengunggah data tersebut.

Meskipun begitu, anggota Komisi 1 dari PAN, Budi Youyastri mempertanyakan peran perusahaan telekomunikasi sehingga satu NIK bisa digunakan oleh ratusan ribu hingga jutaan nomor. 

Medcom.id sudah mempertanyakan pihak operator terkait hal ini. Hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan dari operator.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.