Tiongkok Kembangkan Teknologi Deteksi Tindak Kriminal Dini

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 25 Jul 2017 18:47 WIB
teknologi
Tiongkok Kembangkan Teknologi Deteksi Tindak Kriminal Dini
Tiongkok tengah kembangkan teknologi deteksi tindak kriminal dini (AFP via Mashable)

Metrotvnews.com: Tiongkok dilaporkan tengah mengembangkan sebuah teknologi yang memungkinkan aparat setempat untuk mengetahui individu yang berpotensi melakukan tindak kriminal.

Menurut Financial Times, teknologi tersebut menggabungkan facial recognition atau sistem deteksi wajah dengan sistem kecerdasan buatan yang bisa mengetahui gerak-gerik seseorang jika akan melakukan tindakan kriminal. Dengan demikian, aparat bisa memantau bahkan menahannya sebelum tindak kriminal terjadi.

Sistem tersebut juga menggunakan teknologi tracking untuk memantau setiap kegiatan individu. Jika kegiatannya mencurigakan, maka nilai kemungkinan untuk melakukan tindakan kriminal dari individu tersebut akan meningkat.

Misal, seseorang tidak akan dicurigai jika keluar hanya untuk membeli pisau. Namun, dia bakal dicurigai jika ia juga membeli palu dan karung karena kedua benda tersebut merupakan benda berbahaya dan tidak memiliki keterkaitan kegiatan.

Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan software yang berbasis di Guangzhou bernama Cloud Walk. Saat ini Cloud Walk dikatakan sudah memasang teknologi ini untuk memonitor sistem pemantauan kepolisian di 50 kota di Tiongkok. Dengan demikian, Cloud Walk sudah bisa memonitor warga Tiongkok yang berpotensi melakukan tindak kriminal.

Sistem monitor kriminal sebenarnya bukan barang baru. Sistem serupa dikatakan Mashable juga pernah diterapkan di berbagai kota di Amerika Serikat. Namun sistem yang digunakan oleh tiongkok kali ini sangat menarik sebab rekam kegiatan masyarakat juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan apakah seseorang berpotensi melakukan tindakan kriminal di masa depan atau tidak.

Tiongkok yang memiliki jumlah penduduk terbesar dunia memang sangat rentan terhadap tindak kriminal. Tidak heran jika pemerintahnya mengambil langkah serius dalam meminimalisir tingkat kriminal di negaranya. Salah satu upaya yang telah dilakukan saat ini adalah memasang lebih dari 150 juta CCTV di berbagai tempat.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.