Asia IoT Business Platform ke-25 Segera Digelar, Apa Temanya?

Mohammad Mamduh    •    Senin, 11 Jun 2018 12:52 WIB
teknologievent otomotif
Asia IoT Business Platform ke-25 Segera Digelar, Apa Temanya?
foto: Anasystem

Jakarta: Asia IoT Business Platform (AIBP) edisi ke-25 akan digelar di Jakarta, pada 28-29 Agustus 2018, di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta. Di tahun keempatnya, ajang ini akan fokus pada tema ‘Digitalisasi Perusahaan-Perusahaan Lokal di Indonesia'.   
 
Dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, ajang ini akan mempertemukan lembaga-lembaga pemerintahan, perusahaan, dan penyedia solusi IoT berkelas internasional, untuk memahami bagaimana IoT diimplementasikan dalam bisnis guna meningkatkan proses-proses internal.
 
Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 265 juta orang yang  saat ini sedang menikmati pertumbuhan ekonomi lebih dari 5 persen per tahun. Jelas Indonesia masih sangat menjanjikan untuk investasi.    
 
Beberapa sektor di Indonesia bakal merasakan manfaat langsung dari penggunaan teknologi IoT. Contohnya, industri otomotif diperkirakan akan memproduksi 46 juta kendaraan pada 2030. Kemudian sektor utilitas akan membangun 83 juta rumah bagi 300 juta populasi.

Adapun 57 juta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Indonesia sudah memikirkan baik-baik bagaimana mengimplementasikan teknologi terbaik seluas-luasnya dalam roadmap Industry 4.0 melalui apa yang disebut “Making Indonesia 4.0” untuk memperkuat daya saing perekonomian Indonesia. 
 
Oleh sebab itu, di dalam AIBP edisi ke-25 di Jakarta akan digelar sejumlah diskusi dengan topik-topik yang relevan dengan pengembangan teknologi bagi perusahaan-perusahaan lokal di Indonesia, termasuk pembicara-pembicara dari tiga segmen utama:
 
1. Instansi Pemerintahan: Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Industri, Bank Indonesia dan sejumlah pemerintah daerah.

2. Perusahaan Telekomunikasi Nasional: Telkom, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata

3. Perusahaan Nasional dan BUMN, seperti: Angkasa Pura, Pelabuhan Indonesia, Bank Permata, Cikarang Dry Port, Lippo Karawaci, Perusahaan Listrik Negara, Puninar Logistics, Shopee Indonesia, Sinar Mas Group, dan sebagainya.
 
“Kami sangat positif melihat pembangunan di Indonesia dan telah melihat langkah-langkah strategis yang diambil perusahaan-perusahaan lokal selama 2-3 tahun terakhir dalam upaya fokus pada strategi digitalisasi. Tujuannya, agar mereka bisa bersaing tak hanya secara lokal, tapi juga secara regional." 

"AIBP akan fokus menampilkan perusahaan-perusahaan lokal dan mengadakan diskusi yang berorientasi ke masa depan, serta merumuskan teknologi apa yang bisa diadopsi para pengusaha Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan yang mengesankan,” tutur Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform.
 
IoT telah mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia dan sebagian besar kawasan Asia Tenggara pada beberapa tahun terakhir.

Namun masih ada tantangan. Pada sebuah survei yang melibatkan 1.573 orang yang merepresentasikan bisnis di regional dengan referensi pengadopsian proyek-proyek terkait IoT, faktor-faktor berikut ini adalah tantangan yang terpenting:

1. Biaya penyelenggaraan proyek IoT
2. Masalah keamanan
3. Kesesuaian dengan sistem terdahulu


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.