Strategi Telkomsel Hadapi Lonjakan Trafik untuk Asian Games 2018

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 31 May 2018 15:48 WIB
telkomseltelekomunikasiasian games 2018
Strategi Telkomsel Hadapi Lonjakan Trafik untuk Asian Games 2018
Penoton biasanya aktif menggunakan layanan telekomunikasi.

Jakarta: Untuk menghadapi lonjakan trafik saat Asian Games 2018 yang akan dimulai pada pertengahan Agustus, Telkomsel mulai menggunakan teknologi Time Division Duplexing (TDD) Massive Multiple Input Multiple Output MIMO). 

Strategi Telkomsel adalah menggunakan menyediakan layanan LTE menggunakan beberapa band. Salah satunya dengan memaksimalkan frekuensi 30 MHz frekuensi TDD 2,3GHz. Di frekuensi ini, Telkomsel akan menggunakan teknologi TDD massive MIMO.

Teknologi ini memungkinkan BTS 4G menerima lebih dari satu sinyal data pada saat yang sama. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan LTE. 

"Teknologi TDD Massive MIMO akan dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi spektrum, sehingga semakin banyak pelanggan yang akan dapat merasakan kecepatan maksimum LTE pada saat bersamaan di suatu lokasi," kata Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan.

"Total kecepatan yang dapat dirasakan oleh beberapa pelanggan secara bersamaan di suatu lokasi nantinya dapat mencapai 960Mbps.”

Bob menjelaskan, persiapan Telkomsel untuk menghadapi Asian Games telah mencapai hampir 90 persen. Telkomsel akan menyiapkan raturan BTS di 175 titik prioritas utama.

Terdapat tiga kategori lokasi dukungan infurastruktur yaitu arena pertandingan (51 titik), lokasi di luar arena pertandingan (59 titik) dan lokasi penyangga pertandingan (65 titik), seperti bandara dan pusat perbelanjaan. 

Alasan Telkomsel mengadakan persiapan untuk menyambut Asian Games adalah karena biasanya terjadi peningkatan trafik di lokasi Asian Games. Saat pertandingan berlangsung, stadiun akan diisi oleh puluhan ribu penonton.

Para penonton biasanya akan menggunakan layanan telekomunikasi seperti internet untuk saling mengirim pesan, mengakses media sosial sampai mengunggah video atau bahkan melakukan siaran langsung. . 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.