Facebook Ingin Lihat Keuangan Pengguna dari Messenger

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 19 Sep 2018 10:21 WIB
facebook
Facebook Ingin Lihat Keuangan Pengguna dari Messenger
Sebagian lembaga perbankan enggan untuk memberikan data kebiasaan belanja pengguna pada Facebook.

Jakarta: Selama bertahun-tahun, Facebook berusaha menjadikan aplikasi Messenger sebagai tempat bagi pengguna berinteraksi, tidak hanya dengan teman tapi juga dengan pelaku bisnis, termasuk bank.

Laporan terbaru dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Facebook juga melihat Messenger sebagai cara bagi mereka untuk mendapatkan informasi finansial pengguna. Saat ini, informasi sensitif itu hanya bisa didapatkan Facebook jika pengguna menghubungi bank melalui Messenger.

Pada bulan April lalu, Facebook terkena skandal Cambridge Analytica. Dalam kasus itu, sebanyak data dari 87 juta pengguna Facebook bocor ke perusahaan analisis data. Sampai sekarang, Facebook masih berusaha memperbaiki reputasinya.

Di sisi lain, strategi Facebook yang mendorong pertumbuhan pengguna bagaimana pun caranya juga menyebabkan masalah lain.

Selain berusaha mendapatkan kembali kepercayaan pengguna, Facebook juga harus bisa mengendalikan pengaruhnya pada pemilu dan penyebaran berita palsu yang bisa menyebabkan kekerasan di dunia nyata seperti di Myanmar dan India.

Institusi perbankan merasa, metode Facebook untuk mendapatkan data terlalu intrusif. Sebagian bahkan berusaha melawan balik Facebook.

Beberapa lembaga perbankan tidak lagi menggunakan Messenger untuk menghubungi pelanggan mereka agar Facebook tidak bisa mendapatkan data sensitif pelanggan. Beberapa lembaga keuangan yang tidak setuju dengan Facebook antara lain American Express, Bank of America, dan Wells Fargo.

Facebook dilaporkan mulai tertarik membantu lembaga perbankan membuat bot pada platform Messenger pada 2016. Ketika itu, hal itu Facebook lakukan sebagai bagian dari usaha mereka untuk menjadikan Messenger sebagai pusat dari hidup digital pengguna.

Namun, beberapa bot ini, seperti milik American Express yang dibuat tahun lalu, secara sengaja menghindari pengiriman informasi transaksi milik pelanggan. Tujuannya agar Facebook tidak bisa mendapatkan informasi seperti kebiasaan berbelanja pengguna.

Sementara dalam beberapa kasus lain, perusahaan seperti PayPal dan Western Union bekerja sama dengan Facebook agar mereka bisa menawarkan layanan khusus seperti transfer uang melalui Messenger.

Meskipun begitu, kebanyakan lembaga perbankan besar di AS memilih untuk tidak bekerja sama dengan Facebook. Alasannya karena Facebook begitu agresif dalam mengumpulkan data pengguna. Dan ini membuat lembaga perbankan khawatir.

"Sama seperti kebanyakan perusahaan online, kami bekerja sama dengan lembaga finansial untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik, seperti menyediakan customer service yang lebih baik dan orang-orang memilih untuk mendapatkan pengalman tersebut," kata juru bicara Facebook.

?Dia juga menyebutkan bahwa Facebook telah menekankan pada para rekan bank bahwa mereka menjaga data pengguna dengan serius dan itu akan terus menjadi prioritas mereka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.