YouTube Hapus 8 Juta Video di Akhir 2017

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 24 Apr 2018 14:20 WIB
youtube
YouTube Hapus 8 Juta Video di Akhir 2017
Ilustrasi.

Jakarta: YouTube baru saja meriis laporan mengenai pemantauan mereka di kuartal keempat 2017, di antaranya adalah menghapus video yang tidak sesuai dengan peraturan.

Community Guidelines adalah panduan yang diberikan YouTube kepada setiap pengguna layanannya. Panduan tersebut termasuk berisi larangan mengunggah konten negatif dan isu sensitif, seperti kekerasan terhadap anak-anak dan binatang, pornografi, ujaran kebencian, dan lain-lain.

Laporan YouTube menyebutkan bahwa selama bulan Oktober higga Desember 2017 telah menghapus lebih dari 8 juta video dari layanannya.

Pihak YouTube menuturkan bahwa sebagian besar video dari total yang disebutkan dihapus karena dianggap melakukan spamming dan menyuguhkan konten dewasa.

Sayangnya, proses penyeleksian penghapusan video yang dilakukan YouTube lebih banyak dilakukan oleh teknologi mesin mereka ketimbang aduan pengguna layanan YouTube. Hal ini dapat diartiiikan bahwa partisipasi pengguna dalam memberikan laporan terhadap konten negatif di kanal layanan YouTube masih kurang.

YouTube menyebutkan 6,7 juta video yang dihapus pertama kali ditandai atau yang oleh YouTube disebut dengan flag dilakukan teknologi mesin mereka ketimbang manusia.

Jelas sekali bahwa pengguna layanan YouTube masih menjadi penonton saja, bukan ikut menciptakan layanan yang aman bagi segala usia.

Dari 6,7 juta video yang dihapus tersebut, sebanyak 76 persen di antaranya belum sempat disaksikan sama sekali oleh pengguna layanan YouTube. Laporan tersebut sebetulnya untuk menunjukkan bahwa teknologi sekaligus pihak YouTube bekerja lebih cepat sebelum konten tersebut disaksikan banyak orang.

Seperti yang diketahui bahwa beragam pemerintah di berbagai negara termasuk Eropa menuntut penyedia layanan digital untuk segera menghapus konten digital yang tergolong konten negatif atau berbahaya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.