Audio MP3, Riwayatmu Kini

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 19 May 2017 12:48 WIB
teknologi
Audio MP3, Riwayatmu Kini
Ilustrasi. (Getty)

Metrotvnews.com: MP3 sudah mati. Setidaknya begitulah pernyataan dari salah satu pengembang utama format audio digital asal Jerman. Fraunhofer Institute berkata, mereka telah "mengakhiri" program lisensi mereka dengan Technicolor karena masa paten telah habis.

MP3 mendorong pengembangan berbagai perangkat untuk mendengarkan musik, seperti Apple iPod, Sony Walkman MP3, Microsoft Zune dan Samsung Galaxy Player. Fraunhofer Institute berkata, kualitas dari format MP3 lebih rendah dari standar yang ada sekarang ini, seperti AAC (Advanced Audio Coding), lapor BBC.

Dalam sebuah pernyataan resmi, institut tersebut berkata, "Meskipun ada audio codec yang lebih efisien dengan berbagai fitur yang lebih canggih sekarang ini, MP3 tetaplah sangat populer di masyarakat. Namun, layanan media canggih seperti streaming atau TV atau siaran radio menggunakan codec ISO-MPEG modern seperti AAC atau di masa depan, MPEG-H. Codec tersebut lebih kaya fitur dan memberikan kualitas audio lebih baik dengan bitrate lebih rendah dari MP3."

"Kematian" MP3 ini tidak akan memiliki dampak besar, mengingat layanan streaming dan perangkat pemutar musik kini menggunakan format yang berbeda. Sebelum MP3, musik disimpan dalam CD dan sebelum itu, kaset. 



MP3 lahir di Jerman pada 1987. Ia dibuat oleh sekelompok orang, termasuk Karlheinz Brandenburg (pria yang memegang headphone dalam gambar di bawah), yang disebutkan sebagai pembuat format MP3. Format ini dibuat untuk mengubah audio ke dalam bentuk digital.

Karlheinz telah mengembangkan format tersebut sejak 1982. Pada dasarnya, MP3 melakukan kompresi pada musik hingga ia memiliki ukuran yang lebih mudah untuk dibagikan. Namun, Karlheinz berkata, MP3 hampir gagal dibuat.

"Pada 1991, proyek ini hampir mati," katanya pada Intel. "Dalam tes modifikasi, kode yang digunakan tidak mau bekerja dengan baik. Dua hari sebelum penyerahan versi pertama dari codec MP3, kami berhasil menemukan kesalahan yang ada."



Beberapa perusahaan besar juga turun tangan dalam pengembangan format MP3 original, seperti CCETT, Matsushita, Philips, Sony, AT&T-Bell Laboratories dan Thomson-Brandt. Lagu "Tom's Diner" dari Suzanne Vega adalah lagu pertama yang digunakan oleh Karlheinz untuk mengembangkan format ini. 

Cara kerja MP3 adalah dengan menghapus suara dalam lagu yang tidak bisa didengar oleh telingan manusia. Hasilnya, file MP3 sekitar 11 kali lebih kecil dari file musik yang tidak dikompresi. Namun, beberapa orang merasa, kualitas lagu MP3 tidak sebaik CD atau format yang lebih baru.

Layanan musik MP3 dimulai pada 1999
Standar internasional untuk MP3, yaitu MPEG-2 Audio Layer-3, disetujui pada 1991. Paten untuk format ini di Amerika Serikat dikeluarkan pada 1996. Namun, berbagai perusahaan memerlukan waktu beberapa tahun sebelum mereka dapat menggunakan format baru ini.

Perusahaan pertama yang mendistribusikan musik secara digital adalah SubPop pada 1999. Namun, keberadaannya kalah populer dengan Napster, jaringan berbagi file peer-to-peer pertama. Teknologi Napster memungkinkan masyarakat untuk mengunggah dan mengunduh musik dalam format MP3 secara gratis. Setelah dituntut atas pelanggaran hak cipta, Napster tutup pada Juli 2001.

MP3 Player pertama kali muncul di akhir tahun 1990-an
Seorang teknisi Inggris mematenkan Digital Audio Player pada 1981, tapi alat pemutar musik pertama yang bisa digunakan baru muncul pada 1997-1998.

Photo: Cult of Mac

Pemutar musik digital baru menjadi populer di dunia setelah peluncuran Apple iPod pada Oktober 2001, satu tahun setelah versi iTunes untuk Macintosh dirilis. Penjualan mulai meroket pada 2004. Namun, peluncuran iPod mengubah lanskap pasar, meski Apple tidak menggunakan format MP3 untuk musiknya.


(MMI)

Video /