Nokia dan Janji Manis di Ponsel Android Barunya

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 14 Sep 2017 16:56 WIB
gadgetnokia
Nokia dan Janji Manis di Ponsel Android Barunya
Nokia luncurkan tiga smarphone Android baru di Indonesia (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nokia resmi merilis tiga smartphone barunya di Indonesia pada hari ini, Kamis (14/9/2017). Berbeda dengan perangkat Nokia sebelumnya, tiga smartphone kali ini menggunakan sistem operasi Android.

Apakah ketiganya bisa bersaing di pasar? Menurut Country Manager Nokia untuk Indonesia, Australia dan Selandia Baru, Mark Trundle, pihaknya sangat optimistis dengan pasar Indonesia mengingat Nokia masih merupakan brand yang sangat ikonik.

"Kami sangat optimistis. Tidak hanya di pasar Indonesia, tetapi juga di pasar global. Nokia merupakan brand yang sangat ikonik dan itu menjadi keunggulan kami," ujar Trundle saat diwawancarai awak media di acara perilisan Nokia 3, 5, dan 6.

Sepanjang presentasinya, Trundle dan pihak Nokia lainnya memang terlihat sangat menekankan keunggulan smartphone barunya dari segi desain, ketahanan, dan sistem operasi. Ketiganya diklaim dirancang dengan sangat presisi, menggunakan bodi aluminium, dan memiliki ketahanan tinggi seperti ponsel-ponsel lainnya.

Tiga smartphone Nokia kali ini juga dikatakan lebih unggul karena hadir dengan sistem operasi Android Nougat "murni". Janji Nokia lainnya adalah tidak akan menghadirkan bloatware dan bakal menghadirkan dukungan lebih dulu untuk upgrade ke sistem opearsi Android Oreo di akhir tahun ini.

Namun, bagaimana dengan yang lainnya? Bagaimana dengan spesifikasi yang ditawarkan?



Di sini Nokia tampak menyembunyikan sesuatu. Sepanjang acara, mereka sama sekali tidak menyebutkan spesifikasi yang diusung secara rinci. Bahkan dari keterangan pers resmi yang kami dapat, tidak ada penjabaran detail mengenai spesifikasi yang ditawarkan di tiga smartphone baru ini. 

Tidak hanya itu, bahkan harga yang disebutkan hanya untuk Nokia 3 yang merupakan smartphone kelas terendahnya. Dua smartphone lain masih belum diketahui harganya hingga saat ini. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar bagi kami: "Apakah Nokia benar-benar optimistis?"

Untuk pasar, Nokia mengincar pengguna lamanya untuk kembali beralih menggunakan smartphone rancangan Finlandia tersebut. Hal tersebut juga disebutkan secara gamblang oleh Trundle. Dalam sesi wawakncara bersama awak media, ia mengatakan sebagian besar penjualan Nokia di Tiongkok berasal dari pengguna berumur 30 tahun ke atas. Artinya, kebanyak penggunanya merupakan pengguna ponsel Nokia terdahulu.

Namun, Indonesia tidak sama dengan Tiongkok, dan seharusnya itu sudah menjadi pertimbangan pihak Nokia. Jika dilihat dari spesifikasi yang beredar dan harga yang ditawarkan, jujur bagi kami Nokia akan sulit bersaing dengan brand lain yang juga bermain di pasar menengah.

Harapan Nokia agar bisa sukses di Indonesia menurut kami sangat bergantung pada janjinya yang bakal menghadirkan smartphone dengan filosofi seperti produk Nokia terdahulu, yaitu tahan banting, mudah digunakan, dan berbeda dari yang lain.

Bisakah Nokia menghadirkan janjinya tersebut? Kita tunggu saja.


(MMI)