Plug and Play: Silicon Valley Sulit Ditiru

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 14 Nov 2016 16:57 WIB
plug and play
Plug and Play: Silicon Valley Sulit Ditiru
Plug and Play menilai untuk meniru kesuksesan SIlicon Valley dalam waktu singkat bukanlah perkara mudah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Plug and Play menilai, untuk meniru kesuksesan industri teknologi di Silicon Valley dalam waktu cepat bukan perkara mudah, bahkan cenderung sangat sulit.

Hal ini disampaikan oleh Founder dan CEO Plug and Play, Saeed Amidi, pada pengumuman programnya di Indonesia hari ini, Senin (14/11/16).

"Tidak akan bisa negara lain meng-copy Silicon Valley dalam kurun waktu singkat. Kematangan industri teknologi di Silicon Valley merupakan hasil dari proses yang telah berlangsung selama kurang lebih 50 tahun," ujar Amidi.

Namun hal tersebut, jelas Amidi, tidak menghilangkan kesempatan negara lain, termasuk Indonesia, untuk dapat meraih kesuksesan serupa. Negara dan wilayah di luar Silicon Valley dapat menerapkan faktor yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, Amidi juga menyebut, negara lain juga dapat mempelajari kisah sukses dan kegagalan yang dialami di Silicon Valley untuk dapat memberdayakan pengusaha di wilayah masing-masing, terutama pengusaha di bidan teknologi dan digital.

Sementara itu, melihat kondisi Indonesia saat ini, Amidi menyebutnya serupa kondisi Tiongkok dua atau tiga tahun lalu, saat baru mulai menyeriusi industri teknologi dan digital.

Hal ini, lanjut Amidi, tidak menutup kemungkinan Indonesia dapat menjadi Tiongkok selanjutnya, mengingat populasi dan potensi besar yang dimilikinya.

Amidi juga menyebut, Indonesia tengah dalam level kedua, sehingga saat ini dinilai sebagai saat yang tepat untuk dapat mulai berkontribusi untuk mengubah dunia, di mulai dari Jakarta. Selain itu, ekosistem digital di Indonesia selama empat tahun terakhir juga diamati Amidi mengalami pertumbuhan pesat, terutama sejak kian gencarnya dukungan pemerintah kepada sektor ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.