Apakah Big Data Gagal Prediksi Kemenangan Donald Trump?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 15 Nov 2016 16:30 WIB
teknologipemilu as
Apakah Big Data Gagal Prediksi Kemenangan Donald Trump?
Donald Trump, presiden terpilih AS. (AP Photo / Evan Vucci, File)

Metrotvnews.com: Kampanye Hillary Clinton dikenal karena memanfaatkan data yang ada. Namun, setelah Clinton gagal dalam pemilu presiden, muncul pertanyaan apakah kemenangan Donald Trump merupakan bukti bahwa data tidak dapat digunakan untuk memprediksi kejadian di masa mendatang dengan akurat.

Namun, tidak begitu menurut Director of Content di Predata, Aaron Timms yang artikelnya dimuat di Fortune. Timms menganggap, kemenangan Trump yang mengejutkan bukanlah kesahalan data tapi kesalahan manusia yang membuat analisa dari data tersebut. 

Menurutnya, data yang terkumpul terkait pemilu AS sudah baik, tapi analisa yang muncul kurang dalam. Kegagalan analis untuk memprediksi kemenangan Trump justru menjadi bukti bahwa para ahli statistik dan analis harus lebih sering berbincang-bincang agar mengubah data menjadi informasi yang dapat dicerna dengan akurat.

Perdebatan terkait kegagalan data memprediksi hasil pemilu AS 2016 fokus pada 2 hal yaitu kegagalan pemungutan suara dan data polling, tidak peduli kualitas datanya, tidak dapat digunakan untuk memperkirakan momentum yang berhasil Trump raih dengan memanfaatkan ego kaum pekerja berkulit putih.

Namun, Timms menganggap, berbagai polling yang dilakukan memang tidak dibuat untuk memperkirakan masa depan. Ia hanyalah sekumpulan data. Masalah sebenarnya, menurut Timms adalah karena manusia tidak memanfaatkan data lain untuk meningkatkan kualitas analisa yang dia buat, meski data itu ada.

Timms merasa, tidak ada yang salah dengan data yang dikumpulkan. Hanya saja, manusia yang melakukan analisa yang baik. Terpengaruh oleh banyaknya polling yang menyebutkan Clinton akan menang, Timms mengaku bahwa dia justru jadi mengacuhkan data yang menunjukkan bahwa Trump menang di Florida dan tempat-tempat lain yang diperebutkan. Dan hal itu adalah kesalahan manusia. Data itu sendiri tidak bermasalah.

Menurutnya, model perkiraan berbasis data pada dasarnya adalah cerminan dari pendapat sang pembuat, bahkan model yang menggunakan AI. Namun, hal ini bukan berarti kita harus berhenti memanfaatkan data yang terkumpul. Kita hanya harus dapat memahami data yang ada dengan lebih baik.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

5 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /