Berkat WeChat, Tencent Peroleh Laba Sebesar Rp20,1 Triliun

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 18 Nov 2016 10:50 WIB
wechat
Berkat WeChat, Tencent Peroleh Laba Sebesar Rp20,1 Triliun
Tencent melaporkan peningkatan pendapatan sebesar USD1,5 miliar dan merupakan kontribusi dari WeChat.

Metrotvnews.com: Tencent melaporkan perolehan keuntungan bersih sebesar USD1,5 miliar (Rp20,1 triliun) pada tahun ini, meningkat 43 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, Tencent mendapatkan penghasilan senilai USD6 miliar (Rp80,5 triliun), meningkat sebesar 52 persen dari kuartal ketiga tahun 2016.

Pendapatan yang dilaporkan Tencent tidak jauh berbeda dari estimasi yang disampaikan analis, yang memperkirakan Tencent akan mendapat laba sebesar USD1,6 miliar (Rp21,5 triliun) dan penghasilan senilai USD5,7 miliar (Rp76,5 triliun). Nilai ini diperoleh berdasarkan hasil polling S&P Capital IQ yang dilakukan via Wall Street Journal.

Peningkatan pendapatan ini dilaporkan merupakan hasil kontribusi dari WeChat, aplikasi pesan instant yang lebih dikenal masyarakat Tiongkok sebagai Weixin. Saat ini, WeChat memiliki 846 juta pengguna setiap bulannya, meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya, dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan jumlah pengguna aktif bulanan mereka pada kuartal sebelumnya, yaitu 840 juta.

WeChat mengalami pertumbuhan pesat, menjadikannya sebagai salah satu sumber penghasilan utama bagi Tencent. Aplikasi ini dilaporkan memperoleh pendapatan dari iklan online sebesar lebih dari USD1 miliar (Rp13,4 triliun), meningkat 51 persen dari kuartal kedua tahun 2015.

Sementara itu, performa pemasaran dan penjualan aplikasi ini meningkat sebesar 83 persen, mencapai USD643 juta (Rp8,6 triliun). Tencent menyebut tiga pendorong utama peningkatan itu adalah iklan pada timeline WeChat, aplikasi berita mobile dan pendapatan dari akun resmi berbagai merek di dalam WeChat.

Menurut TechCrunch, selain WeChat, divisi game mobile masih menjadi penghasil keuntungan terbesar Tencent, dan merupakan fokus utamanya dalam hal investasi. Fokus tersebut ditunjukkan Tencent dengan mengakuisisi SuperCell, kreator game populer, yaitu Clash of Clans, pada bulan Juni lalu.

Bisnis game mobile Tencet ditaksir memperoleh pendapatan sebesar USD1,4 miliar (Rp18,8 triliun) pada kuartal ketiga tahun 2016, meningkat sebesar 87 persen dari tahun lalu. Sementara itu, secara keseluruhan, divisi gaming PC dan mobile Tencent memperoleh USD2,6 miliar (Rp34,9 triliun) pada kuartal terakhir.

Pada awal tahun ini, Tencent mengungkap investasi awal untuk layanan pembayaran mobile WePay, yang terdapat di dalam aplikasi WeChat, sebesar USD50 miliar (Rp670,75 triliun) yang akan diputarkan pada platform tersebut setiap bulannya.

Tidak mengungkap secara terperinci, pada kuartal ini, WePay dan layanan cloud miliknya mendapatkan subsidi dari pendapatan bisnis lainnya, hingga USD731 juta (Rp9,8 triliun).


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

2 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /