Propaganda Rusia Bantu Sebarkan Berita Palsu Pemilu AS?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 26 Nov 2016 11:41 WIB
media sosialpemilu as
Propaganda Rusia Bantu Sebarkan Berita Palsu Pemilu AS?
Aparat Rusia dikabarkan membantu penyebaran berita palsu. (Spencer Platt/Getty Images/AFP)

Metrotvnews.com: Aparat propaganda Rusia berhasil menyebarkan berita palsu selama pemilu Amerika Serikat, lapor Washington Post.

Informasi ini berasal dari laporan yang belum pernah dipublikasikan yang menemukan lebih dari 200 situs yang bertanggung jawab untuk mempublikasikan propaganda Rusia selama pemilu. Jika digabungkan, semua situs ini dibaca oleh 15 juta masyarakat AS.

Kampanye ini dilaporkan memanfaatkan ribuat botnet, sekumpulan situs dan akun media sosial dan sekelompok orang yang dibayar untuk mengunggah berbagai teori konspirasi ke internet. Beberapa topik yang paling banyak dibahas dalam propaganda itu adalah bahwa kesehatan Hillary Clinton mulai memburuk, ribuan orang dibayar untuk melakukan protes terhadap Donald Trump dan bahwa pemilu ini telah dicurangi. Kabar terakhir muncul beberapa minggu menjelang hari pemilu.

Menurut laporan Post, ketika semua berita palsu ini diunggah ke Facebook, ia dilihat sebanyak 213 juta kali.

Para peneliti berusaha untuk melacak asal post media sosial ini dan memetakan bagaimana mereka terhubung dengan satu sama lain. Hal ini berujung pada penemuan "beberapa jaringan yang saling terhubung yang dikendalikan oleh satu pihak", menurut Post

"Cara aparat propaganda ini mendukung Trump sama seperti jika mereka membeli media dalam jumlah besar," kata Executive Director PropOrNot, organisasi yang membuat laporan ini, lapor The Verge.

Seperti yang disebutkan oleh Post, kali ini bukanlah laporan pertama yang menunjukkan kesimpulan ini. Pada awal November, terdapat penemuan serupa yang diunggah ke blog keamanan War on the Rocks.

Dalam laporan tersebut, ditemukan adanya "sekumpulan troll yang terorganisasi" di Facebook dan Twitter. Mereka akan membeli kebijakan luar negeri Rusia dan berusaha untuk membuat masyarakat kehilangan kepercayaan dengan situs berita besar. 

Para orang iseng ini akan berpura-pura sebagai "wanita muda yang atraktif yang tertarik berbicara politik dengan warga Amerika". Para peneliti menyimpulkan, tujuan propaganda ini adalah untuk menghilangkan kepercayaan masyarakat AS pada pemerintahnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.