Forever 21 Dibobol, Ekspos Informasi Kartu Kredit Pengguna

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 01 Jan 2018 12:16 WIB
cyber security
Forever 21 Dibobol, Ekspos Informasi Kartu Kredit Pengguna
Sistem Forever 21 berhasil diretas. (Wikimedia)

Jakarta: Peretasan sistem Forever 21 membuat informasi karu pembayaran pelanggan terekspos pada para hacker, penjual pakaian itu mengaku minggu lalu.

Perusahaan tidak memberitahukan berapa banyak pelanggan yang informasinya terekspos. Namun, mereka menyebutkan, informasi yang tercuri adalah antara tanggal 3 April sampai 18 November.

Para hacker mendapatkan nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa, kode verifikasi dan beberapa nama pemegang kartu. 

"Kami menyesali kejadian ini dan kekhawatiran yang muncul pada diri Anda," kata Forever 21, seperti yang dikutip dari CNET

Dalam notifikasi pada konsumen, Forever 21 mengatakan, para hacker memasang software jahat pada beberapa mesin kasir di berbagai toko di Amerika Serikat. Sebelum mengonfirmasi peretasan ini, Forever 21 berkata pada 14 November bahwa mereka mungkin jadi target para hacker. 

Peretasan ini merupakan contoh lain dari bagaimana para kriminal siber menargetkan toko besar dan meretas sistem yang memproses kartu kredit dan debit pelanggan. Tentu saja, perusahaan-perusahaan akan berusaha untuk memperkuat keamanan sistemnya.

Meskipun begitu, peretasan tetap mungkin terjadi. Sebelum ini, jaringan makanan cepat saji, Chipotle juga pernah jadi korban peretasan, begitu juga dengan penjual game, GameStop.

Perusahaan selalu memiliki sistem pengamanan untuk mencegah hacker mencuri data pelanggannya. Sayangnya, sistem tersebut tidak selalu bekerja.

Forever 21 berkata, mesin kasir mereka -- yang digunakan untuk memproses kartu kredit dan kartu debit pelanggan -- terenkripsi. Itu artinya, siapapun yang mengambil informasi dari mesin tersebut tetap tidak bisa membaca informasi itu. Namun, terkadang, enkripsi itu dimatikan. 

Alhasil, para hacker yang menginfeksi mesin kasir bisa mengumpulkan data pelanggan seperti nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa dan kode verifikasi.

Dalam beberapa kasus, hacker juga bisa mendapatkan nama pengguna kartu. Saat ini, tengah diadakan investigasi untuk menyelidiki kasus ini. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.