Masalah Lisensi, Spotify Kena Tuntut Rp22,85 Triliun

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 03 Jan 2018 11:58 WIB
spotify
Masalah Lisensi, Spotify Kena Tuntut Rp22,85 Triliun
Spotify dituntu Wixen Music Publishing terkait penawaran lagu tanpa izin.

Jakarta: Spotify kena tuntut secara hukum oleh Wixen Music Publishing terkait penawaran lagu tanpa lisensi di layanan streaming miliknya. Namun, tuntutan hukum yang dilayangkan Wixen Music Publishing tersebut menjadi yang terbesar dalam riwayat Spotify.

Pengelola hak komposisi lagu karya berbagai musisi dari Neil Young hingga Zach de la Rocha tersebut menuntut Spotify atas kerugian hak cipta dengan nilai setidaknya sebesar USD1,6 miliar atau Rp22,85 triliun.

Wixen juga mengklaim layanan streaming ini memanfaatkan puluhan ribu lagu di bawah naungannya tanpa perizinan dan kesepakatan kompensasi. Tuntutan hukum tersebut juga berisi keberatan terkait penawaran penyelesaian bernilai USD43 juta (Rp614 miliar) pada kasus lain yang terjadi pada bulan Mei lalu.

Hingga saat ini, Spotify masih belum bersedia untuk memberikan tanggapan terkait permasalahan ini. Namun, Spotify mengaku tengah mempertanyakan kebenaran kepemilikan izin Wixen dari seniman atau pencipta lagu.

Informasi terkait kepemilikan izin tersebut memungkinkan Wixen untuk bernegosiasi sebagai perwakilan musisi, tetapi tidak memberikan kuasa melayangkan tuntutan hukum. Spotify juga dinilai dapat menggunakan argumen layanan streaming tidak terkait hak reproduksi dan distribusi sebagai pembelaannya.

Sementara itu, tuntutan hukum serupa dinilai pengamat dapat menjadi bahan pembahasan di rapat Depan bipartisan Amerika Serikat, terkait undang-undang modernisasi musik. Undang-undang tersebut dapat menyederhanakan perizinan dengan menempatkan databate publik dan memberikan izin terkait dengan harga pasar.

Sehingga alih-alih mencari pihak yang terlibat dengan perizinan lagu, Spotify dan penyedia layanan lain dapat memperolehnya di satu lokasi.

Waktu pendaftaran lisensi pada 29 Desember bukanlah kebetulan, sebab undang-undang akan memperjelas perizinan yang diperlukan sebelum tahun 2018, kecuali tuntutan hukum telah dalam proses penyelesaian.

Jika dikabulkan pengadilan, tuntutan hukum ini dapat berdampak besar bagi Spotify. Sebab hingga saat ini, Spotify masih mengalami kerugian setelah beroperasi selama beberapa tahun terakhir, sementara keuntungan keseluruhannya pada pertengahan tahun pertama 2017 mencapai hanya USD2,2 miliar (Rp31,4 triliun).


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.