Snapchat, Pintu Tencent Masuk Pasar AS

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 10 Nov 2017 11:28 WIB
snapchat
Snapchat, Pintu Tencent Masuk Pasar AS
Raksasa internet asal Tiongkok, Tencent kembali memimpin gerakan investasi perusahaan teknologi asal Tiongkok ke pasar Amerika Serikat.

Metrotvnews.com: Tencent mengakui pembelian saham Snap Inc, perusahaan pemilik Snapchat tidak bertujuan untuk memiliki layanan media sosial tersebut sepenuhnya. Justru, banyak kalangan menilai ini adalah salah satu strategi Tencent.

Seperti yang diketahui, raksasa internet asal Tiongkok tersebut membeli saham Snap Inc. sebesar 12 persen dengan nilai mendekati USD2 miliar. Transaksi tersebut terjadi di tengah kondisi finansial Snap Inc. yang memang sedang buruk. Harga sahamnya merosot menjadi USD12,91 dari USD17 saat pertama kali go public di bulan Maret.

Meskipun begitu beragam pengamat menilai Tencent sebetulnya tidak ingin melahap Snap Inc. sepenuhnya terlepas dari porsi saham yang dibeli terbilang kecil. Pengamat menilai bahwa hal ini merupakan strategi Tencent untuk bisa memiliki pengaruh di Amerika Serikat, seperti yang dilaporkan Los Angeles Times.

"Ketika ada sebuah perusahaan atau miliuner melakukan investasi dalam jumlah yang besar, ini menjadi tanda bahwa mereka ini melihat investasi tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang. Juga mereka melihat bahwa perusahaan yang diinvestasikan memiliki potensi lebih jauh bagi strategi bisnis mereka," ungkap pengamat Pivotal Research Group, Brian Wieser.

Wieser menilai, berinvestasi di Snap Inc. merupakan strategi yang serupa dengan kebanyakan perusahaan teknologi dan internet lainnya yang berasal dari Tiongkok.

Misalnya kompetitior Tencent, yaitu Alibaba dan Baidu yang kerap berinvestasi di startup atau perusahaan teknologi di luar Tiongkok, persisnya di Amerika Serikat. Tencent juga melakukan hal yang sama. Tencent juga memiliki saham di Tesla Inc. milik Elon Musk.

Tencent juga mengakuisisi developer game asal Finlandia yang mengembangkan mobile game Clash of Clans, dan sukses menjadi salah satu game mobile terpopuler di Tiongkok, bahkan Asia yang merupakan pasar terbesar.

Tencent juga membeli developer Riot Games yang mengembangkan League of Legends yang juga populer dan menjadi game yang dipertandingkan di ajang esport.

"Sebetulnya, Tencent ingin belajar tentang pasar internet di Amerika Serikat. Nantinya mereka ingin bisa menciptakan layanan atau bisnis yang sesuai dengan gaya di Amerika Serikat," tutur Managing Director & Senior Internet Analyst dari Canaccord Genuity, Michael Graham.

Menurutnya, investasi Tencent lewat Snap Inc. bisa memberikan akses lebih mudah lagi bagi dunia teknologi di Amerika Serikat. Sulit bagi sebuah perusahaan asal Tiongkok untuk membawa namanya sendiri di Amerika Serikat, sebab negara ini adalah pasar teknologi yang sudah sangat matang.

Baru-baru ini, Amerika Serikat sendiri sedang mencurigai setiap perusahaan teknologi asing yang ingin berinvestasi besar-besaran di perusahaan yang ada di negaranya. Lewat Snap Inc. setidaknya Tencent bisa melebarkan bisnisnya di Amerika Serikat jauh lebih aman.


(MMI)