Januari, PNP Indonesia Gelar Seleksi Startup Gelombang Kedua

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 06 Dec 2017 19:09 WIB
startup
Januari, PNP Indonesia Gelar Seleksi Startup Gelombang Kedua
Ilustrasi. (PCMag)

Jakarta: Pemerintah ingin mendorong pertumbuhan startup digital di Indonesia. Plug and Play Indonesia ingin membantu startup yang ada untuk tumbuh besar dengan memberikan akses ke perusahaan besar dan juga para mentor. PNP bahkan memberikan dana pada startup

Diawali dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Silicon Valley tahun lalu, PNP kemudian masuk ke Indonesia beberapa bulan kemudian. Sejak saat itu, PNP telah mendukung 9 startup yang telah mereka pilih dari lebih dari 400 startup. Salah satu hal yang PNP adalah memberikan pelatihan pada startup selama 3 bulan. 

Ketika mengunjungi kantor Media Group, Community Manager PNP Indonesia Jessica Marthin menjelaskan, PNP terus berusaha menjalin hubungan dengan startup yang sempat mereka didik. PNP hanya menerima startup yang sudah memiliki prototipe atau bahkan produk jadi, karena tujuan mereka memang mengakselerasi perkembangan startup

Pada awal September lalu, PNP memberikan dana investasi sebesar USD50 ribu (Rp667 juta) pada 9 startup pilihan. Kesembilan startup itu dipilih dari total lebih dari 400 startup yang mendaftar.

Sembilan startup itu merupakan bagian dari angkatan pertama yang PNP bantu. Ke depan, mereka akan membantu startup lainnya. Seleksi untuk gelombang berikutnya akan diadakan pada Januari. 

Jessica menjelaskan, PNP tidak memiliki kuota terkait jumlah startup yang PNP bantu. Selama startup memenuhi standar yang telah ditentukan, maka mereka bisa mendapatkan bantuan dari PNP. Itu artinya, ke depan, tidak tertutup kemungkinan PNP akan membantu lebih dari 9 startup. Tentu saja, jumlah startup yang dibantu bisa berjumlah kruang dari itu.

Untuk dana, Jessica mengakui, PNP biasanya hanya membantu dalam tahap pendanaan awal atau seed funding. Namun, ke depan, ketika startup membutuhkan investasi, PNP akan membantu mempertemukan mereka dengan perusahaan modal ventura. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.