Facebook Ingin Berikan Internet Gratis di AS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 07 Oct 2016 16:49 WIB
facebook
Facebook Ingin Berikan Internet Gratis di AS
Facebook ingin memberikan Free Basics di AS. (AFP / JONATHAN NACKSTRAND)

Metrotvnews.com: Facebook sedang berbicara dengan pemerintah dan operator telekomunikasi Amerika Serikat untuk menyediakan layanan Free Basics untuk jutaan orang di AS, lapor Washington Post kemarin. 

Perusahaan raksasa media sosial tersebut tampaknya akan berusaha untuk merealisasikan rencana ini dengan sangat hati-hati untuk mencegah terulangnya kejadian yang terjadi saat mereka berusaha memperkenalkan Free Basics di India, yang kini melarang Free Basics.

"Kami tidak ingin megumumkan apapun, tapi, misi Facebook adalah untuk menghubungkan dunia dan kami selalu mencari cara untuk merealisasikan hal itu, termasuk di Amerika Serikat," kata juru bicara Facebook dalam sebuah pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari CNET.

Diluncurkan di tahun 2014, Free Basics merupakan layanan yang dibuat dengan tujuan untuk memberikan akses terbatas ke situs dan layanan internet tertentu secara gratis di di negara-negara tertentu di dunia.

Biasanya, negara-negara yang menjadi tempat diluncurkannya Free Basics adalah negara yang akses internet terbatas. Layanan ini, yang tersedia di 36 negara, salah satunya di Indonesia, merupakan salah satu cara Facebook untuk memperkuat jangkauan mereka di kawasan-kawasan seperti Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Namun, layanan Free Basics dari Facebook ini justru mendapatkan kritik. Karena memutuskan konten apa saja yang tersedia dalam Free Basics dianggap pelanggaran terhadap prinsip netralitas internet, yaitu konsep bahwa semua situs dan layanan di internet harus mendapatkan perlakuan yang sama.


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

23 hours Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.