TIBCO Yakin Kemampuan Analisis Data Indonesia Berkembang Pesat

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 09 Oct 2018 16:41 WIB
teknologi
TIBCO Yakin Kemampuan Analisis Data Indonesia Berkembang Pesat
TIBCO sebut bakat di Indonesia terkait analisis data berkualitas meski masih memiliki potensi besar yang belum digali.

Jakarta: Revolusi Industri 4.0 menekankan pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Indonesia bahkan menargetkan dirinya sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 mendatang.

Hal ini mendapatkan sambutan baik dari sejumlah pihak, termasuk perusahaan teknologi seperti Tibco, yang memberikan investasi dalam berbagai bentuk guna mendukung tujuan tersebut.

Namun tidak hanya berupa produk dan layanan untuk industri, investasi ini juga dihadirkan Tibco dalam bentuk kerja sama dengan institusi pendidikan seperti universitas.

"TIBCO mendorong perkembangan kemampuan mahasiswa dengan menghadirkan konten bagi mahasiswa untuk membantu mempelajari analisis data. Kami ingin kerja sama ini jadi bantu loncatan bagi mahasiswa untuk mencapai masa depan gemilang," ujar Chief Marketing Officer TIBCO Thomas Been pada acara penandatanganan MOU dengan Binus University.

Kerja sama ini disebut Tibco menjadi bentuk optimisme perusahaannya bahwa Indonesia memiliki banyak individu berbakat menyoal analisis data. Hanya saja, bakat tersebut dinilai Been masih memiliki potensi belum tergali secara sepenuhnya.

Sementara itu, disinggung menyoal pendapatan yang menyebut pengembang Indonesia punya bakat yang tidak kalah dari pengembang global namun kurang memiliki sifat kepemimpinan dan inovatif, Been mengaku tidak menyetujuinya.

Been menyebut masih terlalu awal untuk menyimpulkan bahwa pengembang Indonesia kurang memiliki kedua sifat tersebut. Sebab, Indonesia dinilai masih dalam tahap pertumbuhan, dengan potensi besar yang masih bisa dikembangkan di masa mendatang.

Hal ini turut menjadikan alasan Tibco berinvestasi di ranah pendidikan untuk menjadikan bakat di Indonesia lebih baik dan dapat bersaing dengan tenaga kerja global.

Selain itu, Been turut menyebut bahwa potensi Indonesia akan lebih baik karena telah memiliki ekosistem pendukung yang baik.

Berdasarkan pelanggan yang menggunakan produk dan layanan Tibco, Been menilai bahwa perusahaan dan individu di Indonesia didukung oleh individu yang inspiratif.

Ketidaksetujuan Been atas pendapat ini juga dilandasi penilaian bahwa bakat terkait analisis data bukanlah kontes, sehingga tidak perlu terburu-buru dalam mempersiapkan untuk mendapat hasil optimal, dan Indonesia kini memiliki empat perusahaan yang disebut sebagai unicorn.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

22 hours Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.