Samsung Patenkan Pemindai Sidik Jari di Layar Penuh

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 23 Oct 2018 14:44 WIB
samsung
Samsung Patenkan Pemindai Sidik Jari di Layar Penuh
Samsung mematenkan cara untuk menjadikan seluruh permukaan layar sebagai sensor pemindai sidik jari.

Jakarta: Samsung mendaftarkan paten yang menjelaskan cara untuk mengubah seluruh layar ponsel menjadi sensor pemindai sidik jari.

Sensor pada layar saat ini dinilai tidak berukuran lebih besar dari versi sebelumnya dan diam di tempat, sehingga tidak nyaman saat digunakan. Paten ini menjelaskan terkait pemindai optikal, dengan catatan khusus bahwa pemindai optik ini dapat diaplikasikan untuk ponsel lipat.

Tipe sensor tersebut akan memberikan aplikasi kebebasan lebih baik menyoal posisi dari antarmuka pengguna pada layar sehingga dapat digunakan pada tablet dan perangkat lain.

Sementara itu, salah satu gambar yang disertakan Samsung pada dokumen paten ini menampilkan ponsel dengan desain layar berponi. Sejumlah pihak berpendapat bahwa hal tersebut mengindikasikan peluang Samsung menjual izin penggunaan paten ini pada produsen lain.

Sensor pemindai sidik jari baru ini dilaporkan GSM Arena membutuhkan prosesor rendah daya guna menunggu pengguna menyentuh layar, sementara chipset utama dalam kondisi tidur.

Sensor ini akan memindai jari sebanyak tiga kali, setiap pindaian akan membutuhkan waktu selama sekitar 20-30 menit.

Kecerahan layar juga dapat disesuaikan di antara pemindaian guna meningkatkan akurasi dan ketahanan proses pemindaian. Umumnya kecerahan layar berkisar antara 200 nits hingga 600 nits, sedangkan mode kecerahan tinggi yang dimiliki masing-masing perangkat umumnya mencapai lebih dari 1.000 nits.

Secara keseluruhan, sensor ini membutuhkan waktu sekitar 700 milidetik untuk dapat menyelesaikan proses pemindaian. Hal ini selaras dengan sensor pemindai sidik jari optikal Synaptics.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.