Bukti Microsoft Azure Bantu Transformasi Digital di Beragam Sektor

M Studio    •    Rabu, 19 Dec 2018 17:48 WIB
microsoftcorporatetransformasi digital
Bukti Microsoft Azure Bantu Transformasi Digital di Beragam Sektor
Ilustrasi.

Jakarta: Dalam perhelatan Microsoft Hybrid Cloud Summit 2018 yang digelar bulan lalu, Microsoft Indonesia memaparkan tentang solusi komputasi awan Microsoft Azure.

Menawarkan keunggulan hybrid cloud, Microsoft Azure memadukan keamanan private cloud dan fleksibiltas public cloud yang membantu perusahaan untuk lebih lincah mengikuti perkembangan transformasi digital.

Teknologi Microsoft Azure yang merupakan hybrid cloud ini digadang oleh Microsoft sebagai alat bagi perusahaan di Indonesia untuk melakukan transformasi digital dalam menyambut era Revolusi Industri 4.0.

Seruan transformasi digital di Indonesia ini dinyatakan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Making Indonesia 4.0 yang digagas oleh Kementerian Perindustrian.

Microsoft Azure sendiri hadir dengan beragam tool untuk bisa memodifikasi solusi hybrid cloud sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahan dari beragam sektor.

Untuk memperlihatkan implementasi tersebut, Microsoft beberapa waktu lalu menggelar Microsoft Solution Warehouse 2018.

Pada Microsoft Solution Warehouse 2018 diperkenalkan solusi Microsoft Azure yang dimodifikasi dan disediakan oleh mitra penyedia layanan Microsoft Azure di Indonesia untuk beragam kebutuhan sektor bisnis, sekaligus mengundang 1.500 pemimpin bisnis untuk mendengar dan mengetahui langsung keuntungan dari implementasi solusi Microsoft Azure.

Berkat dukungan kerja sama dengan para mitra penyedia Microsoft Azure, Microsoft di sekaligus ingin menekankan bahwa bisnis dengan berbagai ukuran dan sektor bisa memiliki akses kepada teknologi transformasi digital yang memungkinkan mereka untuk mengubah cara mereka berbisnis, terhubung dengan pelanggan, meningkatkan keuntungan, berinovasi, dan selalu relevan dengan kebutuhan pasar.

"Bisnis dengan berbagai ukuran, dapat memperoleh wawasan tentang tren disrupsi yang terjadi pada berbagai industri di Indonesia, menjelajahi teknologi baru dan belajar berbagai cara untuk memanfaatkan teknologi yang digunakan untuk bertahan dan tumbuh pada era disrupsi ini," tutur Chief of Partner Officer and Director of Smalll Medium-Corporate Segmens of Microsoft Indonesia, Mulia Dewi Karnadi.

"Misi kami adalah untuk memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi untuk  mencapai lebih banyak hal, termasuk bisnis di Indonesia. Dengan menyediakan solusi Microsoft untuk meningkatkan penawaran bisnis dari mitra kami di Indonesia, akan lebih banyak perusahaan di Indonesia yang akan mendorong transformasi digital atau industri agar lebih maju," tambah Dewi.

Dewi menyebutkan bahwa studi Microsoft yang bekerja sama dengan IDC memprediksi bahwa transformasi digital akan menambah PDB Indonesia sekitar US$22 miliar atau senilai Rp322 triliun. Disebutkan ada beberapa sektor bisnis di Indonesia yang sudah mengadopsi solusi berbasis Microsoft Azure yang disediakan mitra-mitra Microsoft.

Di bidang manufaktur, PT. Waskita Karya (Persero) adalah salah satu kontraktor yang mengadopsi teknologi Azure Site recovery yang disediakan oleh PT Sarana Solusindo Informatika sebagai mitra Microsoft. 

"Dengan Azure Site Recovery, bisnis kami memiliki perlindungan otomatis dan pemulihan bencana yang sederhana dalam komputasi awan. Kami menjadi mampu memilah big data yang sangat penting secara terpadu untuk bisnis kami," ungkap Senior IT Infrastructure PT. Waskita Karya, Paul Soselisa. 

Menurut studi terbaru Microsoft yang bekerja sama dengan IDC, PDB Asia Pasifik diperkirakan akan memperoleh tambahan sebesar US$387 miliar pada tahun 2021 dan tumbuh dengan tambahan 1,0% per tahun jika sektor manufaktur di Kawasan Asia Pasifik melakukan transformasi digital.

Kemudian di sektor ritel ada The Body Shop Indonesia yang memanfaatkan teknologi Power BI Microsoft untuk alat analisis bisnis, membuat laporan, dan membuat keputusan bisnis dengan hasil pengolahan data yang lebih akurat berbasis cloud Microsoft Azure.

Pada sektor kesehatan ada Palang Merah Indonesia membuat keputusan untuk menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP) dari mitra Microsoft PT. Mikro Sinergi Informatika setelah menyadari bahwa sistem antar divisi terpisah dan membuat proses administrasi terjadi secara berulang-ulang.

"ERP menyatukan aplikasi bisnis, data, dokumen, dan perangkat untuk otomatisasi bisnis kami dan meningkatkan kolaborasi antara sumber daya manusia kami. Kami dapat mengontrol dan memantau informasi secara efisien serta menerima akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan dan logistik," tutur Bendahara Palang merah Indonesia, Suryani Motik.

Pada sektor pendidikan ada institusi pendidikan Bina Nusantara Group yang sudah mengimplementasikan metode e-learning yang memanfaatkan Microsoft Azure untuk mengembangkan aplikasi dan SharePoint untuk menyimpan konten.

"Sistem e-Learning yang disebut Project Digital Asset Management System (DAMS), memungkinkan pengajar dan siswa kami mengakses dan menelusuri konten digital yang dimiliki oleh Bina Nusantara seperti jurnal, tesis, audio, dan video pendidikan dalam satu aplikasi," ungkap IT Director Bina Nusantara Group, Ivan Sangkereng.

Selanjutnya di sektor perhotelan Microsoft menghadirkan solusi Rhapsody Hotel Management System bagi Topotels Hotels & Resorts. Teknologi tersebut dikembangkan PT. Realta Chakradarma memberdayakan hotel dan operator hotel untuk mengintegrasikan proses bisnis secara mulus yang dibangun pada platform Microsoft Azure, sistem ini dapat digunakan dengan aman antara kota, pulau, dan negara.

"Studi Microsoft yang bekerja sama dengan IDC memprediksi bahwa transformasi digital akan menambah PDB Indonesia sekitar US$22 miliar. Microsoft Solution Warehouse ini diselenggarakan untuk menghubungkan para mitra yang diberdayakan dengan solusi Microsoft dengan bisnis lain yang ingin memulai transformasi digital mereka," jelas Karnadi.

Tidak hanya di sektor bisnis saja, solusi layanan Microsoft Azure di Indonesia juga pernah digunakan dalam perhelatan internasional di Jakarta yaitu Asian Games 2018. Dalam acara tersebut INASGOC (Asian Games Organizing Committee) sebagai penyelenggara menggunakan dukungan Microsoft Azure Stack yang disediakan PT Kreatif Dinamika Integrasi selaku mitra Microsoft di Indonesia.

Solusi Microsoft Azure Stack dipercaya menyediakan sistem komputasi awan untuk menangani trafik data serta diseminasi informasi secara sistematis dan handal. Solusi ini hybrid cloud Microsoft Azure Stack digunakan juga untuk menyimpan data personal para atlet serta performa mereka di lapangan untuk diolah menjadi data menarik dan disajikan kepada publik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.