AMD Raup Keuntungan Sepanjang 2017

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 03 Feb 2018 15:13 WIB
amd
AMD Raup Keuntungan Sepanjang 2017
Tahun 2017 menjadi tahun bagi AMD bangkit di kancah industri komponen prosesor dan kartu grafis.

Jakarta: Bukan hanya Intel yang melaporkan bahwa bisnisnya masih memperoleh keuntungan terlepas kasus Meltdown dan Spectre. Dalam laporan keuangannya, AMD juga untung besar selama 2017.

Dari laporan keuangan yang diumumkan AMD, tercatat bahwa untuk Q4 2017 perusahaan tersebut memperoleh pendapatan USD1,48 miliar (Rp19,9 triliun). Pendapatan Q4 2017 ini dicatat mengalami lonjakan sebesar 34 persen year-on-year ketimbang tahun 2016.

Kemudian untuk pendapatan tahunan di tahun 2017 AMD berhasil meraup USD5,33 miliar (Rp71 triliun), tumbuh 25 opersen dari pendapatan di tahun lalu. Baik pendapatan di Q4 maupaun tahunan di 2017 disebut keduanya didorong hasil penjualan dari prosesor dan kartu grafis AMD.



AMD melaporkan segmen Computing and Graphics terus memperoleh penjualan yang meningkat, berbeda denga segmen Enterprise, Embedded, dan Semi-Custom yang justru menurun.

Q4 2017 menjadi pendapatan kuartal yang membuat bisnis AMD melesat di tahun 2017 dan segmen Computing and Graphics memberikan kontribusi pendapatan senilai USD958 juta (Rp12 triliun) dengan pertumbuhan 60 persen dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut tidak mengherankan sebab AMD di tahun 2017 memang melakukan banyak inovasi di teknologi konponen prosesor dan kartu grafis bahkan banyak pihak beranggapan tahun 2017 adalah kebangkitan AMD untuk mulai menggoyahkan dominasi Intel terutama di bisnis prosesor.



Seperti yang diketahui, AMD tahun lalu meluncurkan deretan lini prosesor terbaru dari seri Ryzen yang kemampuan setara dengan deretan prosesor Intel namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Tidak hanya merilis prosesor Ryzen untuk PC, AMD juga menciptakan prosesor Ryzen untuk perangkat laptop, salah satunya AMD Ryzen 7-2700U yang menjadi prosesor tercepat di dunia untuk notebook tertipis.

AMD juga bekerja sama dengan Qualcomm menciptakan prosesor untuk notebook dengan performa yang kencang mengandalkan koneksi internet dari komponen modem LTE Qualcomm Snapdragon.

Dari sisi bisnis kartu grafis AMD merilis kartu grafis terbaru dengan arsitektur Vega bernama AMD Radeon Vega yang kemudian dipergunakan oleh Apple pada produk PC Mac dan juga Intel. Intel menggandeng AMD Radeon RX Vega M sebagai kartu grafis terpisah pada prosesor Intel Generasi ke-8.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.