Tak Dapat Izin, Penganut Teori Bumi Datar Gagal Terbang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 27 Nov 2017 12:53 WIB
antariksa
Tak Dapat Izin, Penganut Teori Bumi Datar Gagal Terbang
Rencana Mike Hughes tertunda karena tidak dapat izin. (Waldo Stakes / HO courtesy of Mad Mike Hughes via AP)

Jakarta: Seorang pria asal California ingin menerbangkan dirinya hingga ketinggan 550 meter menggunakan roket yang dia buat sendiri dari besi bekas dalam rangka untuk mengambil foto bukti bahwa Bumi itu datar.

Namun, dia berkata akan menunda proyeknya ini karena dia tidak mendapatkan izin dari badan federal untuk menerbangkan roketnya di tempat umum. Sebagai gantinya, Mike Hughes berkata dia akan melakukan penerbangan ini pekan ini di tanah pribadi yang masih terletak di California.

"Proyek ini masih akan berlanjut. Kita hanya memindahkan lokasi 3 mil dari tempat semula," kata Hughes pada The Washington Post pada Jumat lalu. "Inilah yang terjadi setiap kali Anda meminta izin dari badan pemerintah."

Menurut laporan Science Alert, Hughes mengatakan, Biro Manajemen Tanah (BLM) menyebutkan bahwa dia tidak bisa meluncurkan roket buatannya di Amboy pada hari Sabtu sesuai dengan rencananya. Dia mengklaim, badan pemerintah tersebut telah memberikan izin verbal padanya sekitar satu tahun lalu, sebelum mendapatkan izin dari Badan Aviasi Federal (FAA). 

Seorang juru bicara BLM berkata bahwa kantornya tidak memiliki bukti pembicaraan dengan Hughes dan berkata bahwa Hughes tidak pernah meminta izin untuk mengadakan acara di tempat umum.

"Seseorang dari kantor lokal kami telah menghubunginya setelah melihat beberapa artikel berita terkait penerbangan yang dia rencanakan, karena ini adalah hal baru untuk mereka," kata juru bicara BLM, Samantha Storms. Sementara juru bicara dari FAA tidak langsung menjawab ketika diminta untuk berkomentar. 

Hughes berkata, pada awalnya, dia berencana pergi ke Amboy pada hari Rabu untuk memulai proses persiapan roket. Namun, keputusan BLM untuk tidak memberikan izin dan adanya masalah teknis -- motor yang telah dia modifikasi gagal bekerja -- membuatnya harus menyusun kembali rencananya. 

"Saya rasa, peluncuran ini tidak akan terlaksana sampai hari Selasa," kata Hughes. "Diperlukan waktu 3 hari untuk mempersiapkannya... Ini bukanlah hal yang mudah karena memang ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan."

Jika penerbangan dengan kecepatan 500 mil per jam ini tidak membunuhnya, Hughes berkata bahwa penerbangan ini akan menjadi penerbangan pertama dalam program ambisiusnya untuk membuktikan Bumi itu datar, lapor Associated Press. Tujuan akhir Hughes adalah terbang cukup tinggi untuk mengambil bukti foto bahwa Bumi berbentuk cakram. 


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.