Dell Prediksi Perusahaan Teknologi Merebak di Tahun 2030

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 02 Nov 2017 17:55 WIB
teknologi
Dell Prediksi Perusahaan Teknologi Merebak di Tahun 2030
Kemajuan teknologi membuat semuanya lebih dekat dengan mesin

Metrotvnews.com, Jakarta: Perkembangan teknologi komputasi yang semakin pesat memang telah membuat jarak antara manusia dengan mesin lebih dekat dari sebelumnya. Bahkan industri pun kini sudah sangat tergantung pada teknologi. Hal yang sama juga dipaparkan oleh Dell.

Produsen komputer tersebut mengatakan tahun 2030 semua perusahaan akan menjadi organisasi teknologi. Itulah mengapa semua perusahaan saat ini harus sudah mulai memikirkan cara membuat infrastruktur dan tenaga kerja mereka dapat tetap relevan di masa depan.
 
Berdasarkan penelitian oleh Institute for the Future (IFTF) bersama 20 pakar teknologi, akademisi dan bisnis dari seluruh dunia, teknologi-teknologi baru seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), robotik, virtual reality, augmented reality, dan cloud computing akan mentransformasi hidup dan cara kita bekerja dalam satu dekade ke depan.

Laporan yang berjudul "Era Baru Kolaborasi Antara Manusia dan Mesin" (The Next Era of Human-Machine Partnerships) juga memberi wawasan tentang bagaimana konsumen dan perusahaan dapat mempersiapkan diri menghadapi masyarakat yang terus-menerus berubah.
 
Laporan tersebut memprediksi teknologi-teknologi baru, yang didukung kemajuan di bidang software, big data dan daya pemrosesan data, akan merancang ulang kehidupan. Masyarakat akan memasuki suatu fase baru dalam hubungan mereka dengan mesin dan akan memiliki karakteristik seperti berikut ini:
 
1. Efisiensi dan peluang yang lebih besar dari sebelumnya, membantu manusia mengatasi keterbatasannya.

2. Manusia sebagai "konduktor digital". dimana teknologi akan berperan sebagai perpanjangan tangan manusia, membantu mengarahkan dan mengelola aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

3. Pekerjaan akan ‘mengejar’ manusia, dimana dengan menggunakan teknologi pencocokan (matchmaking) berbasis data yang canggih, perusahaan dapat menemukan dan mempekerjakan karyawan-karyawan berbakat dari seluruh dunia.

4. Manusia mempelajari hal-hal baru “saat itu juga” (“in the moment”) karena laju perubahan akan sangat cepat sehingga industri-industri baru akan tercipta dan keterampilan-keterampilan baru pun akan dibutuhkan untuk bertahan hidup.
 
Saat ini, disrupsi digital terus-menerus merancang ulang berbagai industri. Untuk pertama kalinya di era modern, para pemimpin di seluruh dunia tidak dapat memprediksi masa depan industri mereka.

Menurut Indeks Transformasi Digital Dell, 61 persen pemimpin bisnis di wilayah Asia Pasifik dan Jepang telah mengalami disrupsi signifikan dalam industri mereka akibat teknologi-teknologi digital. Bahkan lebih dari separuh perusahaan meyakini dalam tiga hingga lima tahun ke depan perusahaan mereka mungkin akan berhenti beroperasi.
 
"Perusahaan-perusahaan di seluruh wilayah Asia Pasifik dan Jepang tidak bisa tidak mulai berpikir dari sekarang tentang cara mereka berkolaborasi dengan dan menggunakan mesin di masa depan. Kolaborasi antara manusia dan mesin ini akan menjadi kunci untuk mendorong keunggulan kompetitif dalam beberapa tahun ke depan," ujar President, APJ Enterprise, Dell EMC, David Webster.
 
Di tahun 2030, Dell memprediksi ketergantungan manusia terhadap teknologi akan berkembang menjadi kerja sama nyata dengan manusia, menghasilkan keterampilan seperti kreativitas, semangat dan pola pikir kewirausahaan.

Selain itu, para asisten artificial intelligence (AI) terintegrasi dan sesuai kebutuhan akan dapat melakukan berbagai hal melebihi apa yang dapat dilakukan para asisten masa kini. Mereka akan mengurus kita dengan cara prediktif dan otomatis.



(MMI)