Pesawat Ulang-Alik Dream Chaser Lolos Uji Coba Penerbangan

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 13 Nov 2017 12:17 WIB
antariksanasa
Pesawat Ulang-Alik Dream Chaser Lolos Uji Coba Penerbangan
Dream Chaser (NASA)

Metrotvnews.com: Perusahaan aviasi Sierra Nevada baru saja mengumumkan keberhasilan tes penerbangan untuk pesawat prototipe Dream Chaser.

Pesawat tersebut merupakan generasi terbaru dari pesawat ulang-alik yang rencananya bakal digunakan untuk mensuplai kru stasiun luar angkasa internasional (ISS) serta membawa berbagai peralatan eksperimen.

Dream Chaser merupakan peswat ulang-alik baru yang dikembangkan oleh Sierra Nevada bekerjasama langsung dengan NASA.

Menurut Engadget, dalam uji coba kali ini Dream Chaser berhasil terbang dari sebuah helikopter dan mendarat dengan mulus di Edwards Air Force Base, California. Ini adalah pertama kalinya pesawat tersebut melakukan uji coba penerbangan setelah 4 tahun terakhir.
 

SNC is proud to announce the Dream Chaser® spacecraft had a successful free-flight test today @EdwardsAFB, with support of @NASAArmstrong. The Dream Chaser had a beautiful flight and landing! pic.twitter.com/lAn0n7FPsg

— Sierra Nevada Corp (@SierraNevCorp) November 12, 2017

Di tahun 2013, Dream Chaser pernah diuji coba. Namun, sayangnya pada saat itu terdapat masalah pada sistem rodanya, sehingga pendaratan tidak bisa dilakukan secara mulus. Pihak Sierra Nevada juga akan melakukan serangkaian uji coba lanjutan dalam waktu dekat.

Berbeda dengan roket ulang-alik SpaceX, Dream Chaser merupakan sebuah pesawat yang bisa terbang hingga ke ISS. Dibandingkan dengan roket yang membawa kapsul, pesawat ini memiliki beragam kelebihan. Salah satunya adalah bisa dikendalikan ketika pendaratan sehingga kargo dari ISS bisa dikirim langsung ke tempat yang diinginkan.

Hingga sasat ini, pesawat ulang-alik Dream Chaser masih dalam tahap pengembangan dan belum diketahui kapan akan mulai beroperasi.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

16 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.