Menajamkan Ekonomi Digital UKM Indonesia

   •    Rabu, 11 Oct 2017 12:26 WIB
opini
Menajamkan Ekonomi Digital UKM Indonesia
Ilustrasi. (ANTARA FOTO / Maulana Surya)

Oleh: Dr. Dimitri Mahayana (Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Bandung, Dosen Sekolah Teknik Elektro Informatika ITB)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada hari ini, peluang bisnis sejatinya kian setara, baik untuk korporasi maupun usaha kecil menengah (UKM). Berterimakasihlah pada aplikasi teknologi informasi komunikasi (TIK) yang selain memudahkan kita sebagai konsumen, juga memperluas capaian yang bisa diraih UKM di manapun. 

Tengoklah contoh kecilnya di Kota Bandung. Martabak Andir yang legendaris di Kota Kembang sudah peroleh omzet penjualan via Go-Pay Rp3 hingga Rp4 juta per hari, karena konsumen akan membayar lebih murah antara Rp8 ribu sampai Rp12 ribu daripada membayar konvensional. 

Kemudian, Warung Sate Solo Pak Min di Kiaracondong, Bandung, juga kerap peroleh pesanan tambahan, bahkan dari Cibiru (berjarak 9 km) setelah jadi mitra Go Food tiga bulan silam. Demikian pula Nasi Goreng Ulala di Gegerkalong yang kini tiap hari peroleh 10-15 order tambahan dari aplikasi tersebut. 

Hal ini membuat GoPay, yang baru hadir kurang tiga tahun terakhir ini, sekonyong-konyong menjadi alat pembayaran digital nomor empat setelah Mandiri e-Money, BCA Flazz, dan Telkomsel T-Cash, yang sudah dirintis sejak lama.  

Dalam bidang lain, Survey “Digital Trend 2017” dari Sharing Vision pada awal tahun ini menunjukkan, 20% dari total 160 responden pernah memesan akomodasi skala UKM melalui Airbnb. Ini membuktikan bahwa transaksi ekonomi digital tak hanya terjadi di bidang kuliner. 

Pun demikian, dalam Seminar STIE Indonesia Malang “Sistem Akuntansi Berbasis Komputer Untuk UKM” di Ning Ed Hotel, Kota Malang, akhir pekan lalu. Penulis tetap melihat bahwa kemajuan peluang UKM tersebut menyisakan pekerjaan rumah. 

Terutama tentang masih rendahnya kemauan UKM memutakhirkan sistem akuntansi miliknya. Sebagian besar atau 56 persen hanya menetapkan anggaran TIK sebesar 1-2 persen dari total pendapatan. Sebanyak 36 persen dari UKM juga tidak memiliki staf khusus IT.  

Kemudian, sambung riset kami “Survey IT UKM 2017” dari Sharing Vision  pada pertengahan tahun ini, juga menyebutkan, 47 persen UKM mengeluarkan biaya TIK kurang dari Rp300 ribu per bulan, tapi itu pun hanya untuk koneksi data internet. 

UKM sendiri sebenarnya sudah menyadari pentingnya akutansi berbasis TIK, karena yang menggunakan pencatatan manual, 32 persen diantaranya menghadapi kendala ketika berhadapan dengan jumlah transaksi banyak. Ke depan, 74 persen responden menyatakan minat menggunakan aplikasi.

Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Riset Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, pada Agustus 2014 menyebutkan, hambatan utama penggunaan sistem TIK akuntansi adalah kerumitan penggunaan dan kurangnya kesadaran atau awareness.

Di Jabodetabek, riset Wardoyo, Sularto, L., & Yunitasari, T. (2015) menyebutkan, baru sebagian kecil (42,77 persen) rumah makan menggunakan TIK, khususnya Point of Sale (PoS) untuk melakukan transaksi dan pencatatan. 34,68 persen TIK yang digunakan masih terbatas mesin kasir, hanya sebagian kecil (8,09 persen) menggunakan komputer dengan aplikasi khusus rumah makan. 

Ini semua sejalan dengan hasil riset dari Ismail, N. A., King dari Malaysia yang menyebutkan, UKM yang menggunakan akuntansi berbasis TIK nyata memiliki performa yang secara signifikan lebih baik dari UKM yang tidak begitu menggunakan IT atau bahkan tidak menggunakannya.

Riset dianalisa dari 310 kuesioner dengan hasil tiga kelompok yakni yang menggunakan TIK untuk membantu elemen-elemen bisnisnya, satu lainnya menggunakan TIK aktivitas sedang, dan satu lainnya tidak menggunakan TIK untuk membantu elemen-elemen dalam bisnisnya.

Di Ghana, software akuntansi sangat membantu dalam menghemat pengeluaran (85,2 persen), membantu kerja pegawai (87 persen), memberikan kemudahan menyimpan data (85,2 persen), juga membantu mempercepat proses pengolahan informasi untuk keputusan manajemen (90,7 persen).



Sumber: Sharing Vision, September 2017 

Apa yang Harus Dilakukan? 
Aplikasi TIK akuntansi sendiri terbagi lima jenis, yakni Cloud Accounting yang fitur lengkap dan sesuai SAK/Standar Akuntansi Keuangan, Mobile Accounting (menu simpel), Otomatisasi (kurangi beban entri transaksi), Outsource (Subkon aktivitas akuntasi), dan Collaborative Accounting (perpaduan outsource dan cloud accounting).

Dalam penelusuran penulis, sebetulnya, peranti lunak buatan lokal dan sebagian besar gratis sudah banyak tersedia di Google Play. Ada yang untuk pencatatan akuntansi sederhana, tapi ada juga sistem akuntansi komplit yang mereka tawarkan. Contoh aplikasi populer dalam Google Play seperti Akuntansi UKM, Zahir Accounting, Jurnal.id, E-accounting, dan SI APIK. 

Kalaupun harus berlangganan, ongkosnya relatif terjangkau dengan dana UKM. Biaya berlangganan yang termahal ada pada kisaran Rp600 ribu per bulan. Namun, lebih banyak yang menawarkan harga antara Rp100 ribu sampai dengan Rp200 ribu. Bahkan ada yang biaya langganan hanya Rp60 ribu per bulan.  

Karenanya, yang utama dari kebangkitan ekonomi digital UKM ini agar tak layu di tengah jalan, adalah membangun kesadaran kolegial dalam cakupan strategi yang penulis sebut ABCDE. 

Accounting Information System is a Must (Akuntansi adalah keharusan), Best Practice Implementation (Dalam implementasi harus mengacu best practice agar manfaat maksimal), Cloud & Mobile Accounting (Gunakan teknologi yang gratis pemeliharaan, handal, dan murah), Database (Menjaga kelengkapan dan ketelitian database), serta Enhance Capability (Meningkatkan kapabilitas organisasi dengan merekrut ahli akutansi). 

Sekiranya strategi ABCDE ini dilakukan, maka UKM naik kelas bukan hanya karena kini terbantu memiliki peluang setara dengan korporasi besar, namun juga bisnisnya tajam karena pengelolaan arus kas masuk-keluarnya sudah modern. Maju terus UKM Indonesia! (**) 


(MMI)

Andromax Prime, Begini Rasanya Pakai Ponsel 4G Rp300 Ribu
Review Smartphone

Andromax Prime, Begini Rasanya Pakai Ponsel 4G Rp300 Ribu

2 days Ago

Andromax Prime adalah feature phone sekaligus smartphone yang tepat bagi kalangan pengguna laya…

BERITA LAINNYA
Video /