Ada Ekstensi Penambang Bitcoin di Chrome

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 30 Dec 2017 10:25 WIB
google
Ada Ekstensi Penambang Bitcoin di Chrome
Kegiatan menambang uang digital atau cryptocurency mining mulai meresahkan.

Jakarta: Penambangan cryptocurrency atau uang digital sudah mulai masuk dalam kegiatan yang membahayakan. Pasalnya, kegiatan tersebut dilakukan pada perangkat komputer orang lain secara diam-diam sehingga merugikan orang lain.

Dilaporkan Mashable, salah satu ekstensi fitur di dalam aplikasi peramban Google Chrome ternyata disisip program cryptojacking. Setiap orang yang menggunakan aplikasi tersebut terancam jadi korban.

Temuan ini pertama kali dilaporkan Bleeping Computer. Dijelaskan, ekstensi yang terjangkit cryptojacking tersebut ada di ekstensi yang memudahkan pengguna Tumblr melakukan reblog dan repost setiap blog.

Ekstensi tersebut bernama Archive Poster. Sayangnya, ekstensi ini cukup populer digunakan. Mashable menyebutkan ada 105.062 pengguna yang memanfaatkan ekstensi tersebut dan mendapatkan penilaian bagus. Padahal banyak ulasan yang menyebutkan ekstensi ini berbahaya.

Hal ini kemudian membuat banyak pengguna yang menyadarinya menuliskan peringatan pada kolom komentar aplikasi Chrome di web store. Disebutkan jenis cryptocurrency yang diincar oleh program mining tersebut adalah jenis Monero.

Cryptojacking memang tidak lebih berbahaya ketimbang serangan siber pada umumnya karena tidak mengincar data. Namun, cryptojacking secara perlahan menbuat komputer penggunanya bekerja lebih berat, sehingga terasa lambat saat digunakan. Akibatnya, usia perangkat jadi lebih pendek.

Sebelumnya, riset perusahaan keamanan siber Kaspersky Lab menemukan bahwa program cryptojacking juga ditemukan dalam software bajakan yang diunduh. Baru ini peramban Opera juga mulai mewaspadai hal tersebut.

Opera membenamkan pembaruan pada teknologinya untuk menangkal masuknya program atau ekstensi lewat peramban internet yang di dalamnya berisi cryptojacking. Fitur ini masuk dalam fitur andalan Opera yang bisa memblokir seluruh tampilan iklan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.