Hadapi Tantangan Transformasi Digital dengan IoT

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 07 Aug 2017 14:49 WIB
teknologi
Hadapi Tantangan Transformasi Digital dengan IoT
Ajang Asia IoT Business Platform ke 16.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ajang Asia IoT Business Platform ke 16 resmi digelar mulai hari ini, Senin (7/8/17), dan akan berlangsung selama dua hari. Ajang menyoroti permasalahan yang umum ditemui pada ranah Internet of Things (IoT) di Indonesia.

"Acara ini menyediakan platform kondusif untuk pemimpin industri dan IT dari berbagai industri yang berbeda untuk berkumpul dan ikut serta dalam diskusi, guna memberikan kontribusi bagi pertumbuhan dan pemahaman dalam industri," ujar Director Asia IoT Business Platform, Irza Suprapto.

Pada survei yang dilakukannya, Asia IoT Business Platform mencatat sebanyak 73,3 persen perusahaan dan organisasi lokal dalam tahap eksplorasi dan menemukan solusi IoT terbaik untuk dapat diimplementasikan pada perusahaannya.

Hanya sebesar tujuh persen melaporkan berhasil memperoleh keuntungan dari implementasi IoT tersebut. Sebagian besar perusahaan menyebut biaya, ketidakcocokan dengan sistem baru dan kerumitan menjadi tantangan terbesar yang mereka hadapi terkait dengan implikasi IoT.

Karenanya, kemampuan mengatasi tantangan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam mengimplikasikan teknologi IoT, guna memajukan performa perusahaan. Selain itu, kemampuan ini juga dinilai dapat membantu mendorong dan mempertahankan tingkat adopsi teknologi IoT.

Dalam ajang ini, Division Head IoT & Vertical Apps Solutions Indosat Ooredoo, Hendra Sumiarta menyebut, saat ini Indonesia telah menjadi negara ekonomi digital yang turut didorong oleh perkembangan teknologi dan iOT. Selain itu saat ini, konsumen juga telah lebih memahami teknologi yang mendorong transformasi digital.

"Karenanya untuk dapat terus kompetitif dan bertahan di pasar, perusahaan juga harus memahami IoT. IoT mendorong perusahaan tidak hanya untuk mendesain produk berbeda sesuai kebutuhan konsumen, tapi juga untuk menegaskan peta jalan yang dituju," ujar Hendra.

Hendra menyebut ranah Iot memiliki lima bidang potensial, yaitu industri, ritel, utilitas, dan smart city. Dan smart city menjadi contoh yang sesuai terkait penerapan IoT yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebab smart city berbasis pada partisipasi dari pendukung.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.