Hati-Hati, Perangkat IoT Bisa Jadi Sarang Malware

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 28 Sep 2017 11:29 WIB
cyber security
Hati-Hati, Perangkat IoT Bisa Jadi Sarang Malware
Perangkat IoT sedang menjadi sasaran yang menarik bagi penjahat siber

Metrotvnews.com, Jakarta: Perangkat pintar seperti smartwatch, smart TV, router, dan kamera, saling terhubung satu sama lain, sehingga menciptakan fenomena Internet of Things (IoT) yang terus berkembang.

Jaringan perangkat yang dilengkapi dengan teknologi di dalamnya memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi satu sama lain ataupun dengan lingkungan di luar. Karena banyaknya jumlah dan macam perangkat yang ada, IoT telah menjadi sasaran yang menarik bagi penjahat siber.

Dengan berhasil membobol perangkat IoT para penjahat siber mampu memata-matai orang, memeras mereka, dan bahkan secara diam-diam menjadikan kaki tangan mereka dalam melakukan kejahatan. Yang lebih buruk lagi, botnet seperti Mirai dan Hajime telah mengindikasikan bahwa ancaman tersebut terus meningkat.

Menurut penelitian Kaspersky Lab, sebagian besar serangan yang tercatat ternyata menargetkan perekam video digital atau kamera IP (63 persen), dan 20 persen serangan terjadi terhadap jaringan perangkat, termasuk router, dan modem DSL, dll. Sekitar 1 persen target adalah perangkat yang paling umum, seperti printer dan perangkat rumah pintar.

Tiongkok (17 persen), Vietnam (15 persen), dan Rusia (8 persen) tercatat sebagai 3 negara teratas target serangan malware ke perangkat IoT, masing-masing menunjukan sejumlah besar mesin yang terinfeksi. Kemudian diikuti oleh Brasil, Turki dan Taiwan sebesar 7 persen.

Selama penelitian tersebut, Kaspersky Lab mengatakan telah mengumpulkan lebih dari 7.000 sampel malware yang dirancang khusus untuk meretas perangkat yang terkoneksi.



Alasan dibalik kenaikan itu sederhana, IoT rapuh dan rentan menghadapi kejahatan siber. Sebagian besar perangkat pintar menjalankan sistem operasi berbasis Linux, yang mempermudah serangan karena para penjahat siber dapat dengan mudah menulis kode berbahaya yang umum dan langsung menargetkan sejumlah besar perangkat secara bersamaan.

Yang membuat masalah ini berbahaya adalah potensi jangkauannya (yang cukup luas). Menurut para ahli di industri, (hingga saat ini) sudah ada lebih dari 6 miliar perangkat pintar di seluruh dunia (yang telah menjadi sasaran serangan malware). 

Kebanyakan dari mereka bahkan tidak memiliki solusi keamanan dan produsen perangkat tersebut biasanya tidak membuat update keamanan atau firmware. Ini berarti ada jutaan perangkat yang berpotensi rentan atau mungkin juga ada perangkat yang sudah dikompromikan.

Untuk melindungi perangkat IoT Anda, berikut adalah langkah yang bisa dilakukan:

1. Jika tidak diperlukan, jangan mengakses perangkat Anda dari jaringan eksternal
2. Nonaktifkan semua layanan jaringan yang tidak Anda perlukan pada saat sedang menggunakan perangkat Anda
3. Jika ada kata sandi yang standar atau general yang tidak dapat diubah, atau akun preset tidak dapat dinonaktifkan, maka nonaktifkan layanan jaringan yang digunakan, atau tutup akses ke jaringan eksternal
4. Sebelum menggunakan perangkat, ganti kata sandi default, dan atur yang baru
5. Secara teratur perbarui perangkat firmware ke versi terbaru, jika memungkinkan


(MMI)