Tata Ulang Frekuensi Selesai Lebih Cepat, Ini Langkah Kominfo Berikutnya

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 16 Apr 2018 15:29 WIB
teknologi
Tata Ulang Frekuensi Selesai Lebih Cepat, Ini Langkah Kominfo Berikutnya
Proses refarming jaringan oleh operator seluler dan pemerintah telah selesai.

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia mengumumkan selesainya proses penataan ulang frekuensi jaringan komunikasi atau disebut sebagai refarming frekuensi 2,1 GHz oleh operator seluler di Indonesia, termasuk Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Tri.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada SDPPI dan operator karena sudah bekerja sama dan menyelesaikan proses refarming. Proses refarming ini memerlukan usaha yang tidak mudah, tapi bisa lebih cepat dari yang dahulu saya bilang. Dulu saya bilang akan selesai di akhir April, tapi sudah selesai di pertengahan April," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Rudiantara menyebut, selama tiga tahun terakhir, pemerintah dan operator selalu berbicara terkait kekurangan frekuensi. Dengan refarming ini, Rudiantara menjamin operator tidak akan lagi kekurangan menyoal frekuensi di masa mendatang, selama operator rasional dalam berkompetisi.

Rudiantara juga menyebut bahwa tim Kemenkominfo tengah mempersiapkan blok frekuensi yang diperuntukan bagi operator yang menyatakan kesiapannya untuk berkonsolidasi dan bekerja sama. Sebab, kompetisi yang tidak rasional di antara operator juga disebut Rudiantara akan merugikan pelanggan secara luas.

Selesainya proses refarming ini, lanjut Rudiantara, akan mendorong percepatan layanan jaringan yang disuguhkan oleh operator seluler. Selain itu, proses refarming ini juga menjamin bahwa layanan operartor tidak akan mengalami permasalahan dengan dampak merugikan konsumen akibat kapasitas frekuensi yang tidak mencukupi kebutuhan.

Selesainya proses refarming ini juga memungkinkan layanan untuk tersebar merata di seluruh Indonesia dan tidak berfokus hanya di kota-kota besar. Sebagai informasi, proses refarming ini dilakukan sejak bulan November 2017 lalu, dan berakhir di bulan April 2018 ini, dengan sebanyak 42 klaster wilayah yang mengalami proses penataan ulang tersebut.

Proses ini yang dilakukan selama 143 hari tersebut ditujukan untuk merapikan blok frekuensi operator seluler yang sebelumnya digunakan secara tidak tertata. Sementara itu, proses refarming yang saat ini dilakukan operator seluler bersama pemerintah baru merambah frekuensi 20MHz dan 30MHz.

Ke depannya, setelah menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran, Rudiantara menyebut Kemenkominfo berencana untuk memperbanyak relokasi penggunaan frekuensi untuk seluler, salah satunya dari frekuensi 700MHz. Namun, Kemenkominfo masih belum dapat memastikan waktu pengaktifan rencana tersebut.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.