iPrice Dapat Kucuran Dana dari LINE Ventures

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 08 May 2018 16:19 WIB
e-commerce
iPrice Dapat Kucuran Dana dari LINE Ventures
CEO iPrice Group, David Chmelar.

Jakarta: Platform perbandingan harga online di Asia, iPrice, baru saja mendapatkan pendanaan baru dari LINE Ventures dengan partisipasi dari Cento Ventures dan Venturra. 

iPrice terakhir kali mendapatkan pendanaan pada 1,5 tahun lalu. Sejak saat itu, mereka berhasil mendapatkan 50 juta total konsumen dan meningkatkan jumlah katalog produknya menjadi lebih dari 500 SKU (Stock Keeping Unit).

Mereka beroperasi di tujuh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam dan Hong Kong.  Pihak iPrice menyebutkan bahwa mereka menargetkan meningkatkan pengunjungnya hingga tiga kali lipat atau menjadi lebih dari 150 juta orang.

Mereka optimistis bisa mencapai target. Salah satu alasannya karena pesatnya pertumbuhan di Indonesia, khususnya dalam kategori elektronik. Dalam kurun waktu satu tahun belakangan, segmen itu tumbuh 30 kali lipat. 

"Yang membuat kami tetap semangat adalah karena ini hanyalah awal dari perjalanan kami," kata CEO iPrice Group, David Chmelar.

Dia menjelaskan, masyarakat di negara asalnya, Republik Ceko, mengunjungi platform perbandingan harga dua kali dalam satu bulan. "Dengan lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan dan 100 ribu pengunjung baru setiap hari, mudah bagi kami untuk melihat peluang di masa depan."

Selain pertumbuhan pengguna, iPrice menyebutkan bahwa mereka juga bisa mendapatkan beberapa rekan perusahaan penting, seperti Samsung di Indonesia, Mediacorp di Singapura dan Thairath di Thailand. 

iPrice juga merombak organisasinya dan membuat tiga bisnis utama, yaitu Electronic, Fashion dan Commercial Content. Tujuannya adalah memperbaiki pengalaman berbelanja konsumen. 

"Sekarang, kami membuat platform yang memungkinkan konsumen online untuk mencari ratusan juta produk membandingkan harga dan menghemat dengan katalog kupon kami," kata David. 

"Saat konsumen semakin tertarik dengan e-commerce, mereka akan mencari cara paling mudah untuk menemukan produk yang mereka inginkan dengan cepat. Kami ingin menjadi portal pertama yang mereka kunjungi saat mulai berbelanja daring."


(MMI)

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?
Review Smartphone

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?

2 days Ago

Seperti apakah Xiaomi Mi A2 Lite? Apakah ponsel ini bisa memikat hati? Berikut ulasan Medc…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.