Unboxing

Mengintip Isi Kotak Xiaomi Redmi Note 5

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 23 Apr 2018 07:56 WIB
unboxing
Mengintip Isi Kotak Xiaomi Redmi Note 5
Xiaomi Redmi Note 5.

Jakarta: Medcom.id kali ini berkesempatan menjajal smartphone yang membawa prosesor Qualcomm Snapdragon 636 pertama di Indonesia, Xiaomi Redmi Note 5.

Redmi Note 5 memang tidak bisa dibandingkan dengan Xiaomi Mi, tapi kali ini Redmi Note 5 sudah hadir dengan kamera ganda di belakang, mengikuti tren yang lebih dulu populer dari tren ukuran layar denganaspek rasio 18:9.



Jangan cemas, karen tren terkini masih bisa dijumpai di smartphone ini. Pertama kali mendapatkannya, kami menilai Xiaomi tampak masih nyaman dengan desain kemasan paket penjualan smartphone mereka. Redmi Note 5 hadir dalam kotak dengan berwarna putih dengan cover berwarna jingga sebagai wajahnya.

Pada bagian depan tertera tulisan "Redmi Note 5" dengan stiker garansi dari TAM, anak bisnis Erajaya Group, dan di bagian belakangnya terdapat informasi mengenasi spesifikasinya yang menurut kami tidak buruk.



Redmi Note 5 yang diluncurkan pada 18 April 2018 memiliki ukuran layar 5,9 inci resolusi FHD (2160 x 1080 piksel) dengan aspek rasio 18:9 sehingga menyisakan bezel di kanan dan kiri layar serta bawah yang sangat sedikit.

Smartphone ini menggunakan prosesor Qualcomm Snpadragon 636 dengan varian RAM dan memori internal 3GB/32GB dan 4GB/64GB.

Berjalan di sistem operasi Android 8.0 Oreo dengan antarmuka MIUI 9, Redmi Note 5 ditanamkan baterai berkapasitas 4.000 mAh.

Kameranya menggunakan kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi 12MP+5MP yang diklaim menggunakan teknologi AI atau kecerdasan buatan dan kamera depan beresolusi 13MP.



Membongkar isi kotaknya, kami menemukan Redmi Note 5 hadir dengan bonus berupa jelly case dengan kualitas yang lumayan, tidak tebal tapi cukup membantu melindungi bodi smartphone ini dari goresan dan sedikit benturan.

Selain itu di dalamnya juga masih terdapat paket berupa kartu manual dan garansi, alat untuk membuka slot kartu SIM dan kepala serta kabel charger. Lagi-lagi, Xiaomi masih tidak menyertakan headset berupa earphone di dalamnya yang kami rasa tidak akan terlalu dipermasalahkan.



Melihat harganya yang hanya Rp2.499.000 untuk varian 3GB/32GB dan Rp2.999.000 untuk yang kombinasi 4GB/64GB. Tentu saja harga tersebut cukup merusak pasar, apalagi bagi Vivo V9 yang masuk Indonesia justru tidak menggunakan prosesor Snapdragon 636 melainkan Snapdragon 450 tapi dibanderol Rp3.999.000.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.