Kecerdasan Buatan Kini Bisa Deteksi Tindakan Berbahaya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 02 Oct 2018 16:04 WIB
teknologikecerdasan buatan
Kecerdasan Buatan Kini Bisa Deteksi Tindakan Berbahaya
Ilustrasi.

Jakarta: Di Amerika Serikat, sering terjadi penembakan massal yang memakan korban yang tidak sedikit. Sebuah startup lalu membuat sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan yang dapat mengenali perilaku agresif. 

Athena Security, yang dibuat oleh Lisa Falzone, yang pernah masuk ke dalam daftar Fortune 40 di bawah umur 40 tahun, menggunakan kamera dengan AI untuk mengenali tindakan kriminal seperti mengeluarkan pistol.

Tidak berhenti sampai di situ, AI akan melaporkan kegiatan itu pada polisi. Falzone membuat teknologi ini bersama pendiri Athena Security lainnnya, Chris Ciabarra, lapor Fortune

Saat ini, sistem kamera keamanan biasanya hanya merekam kejadian yang ada dan menyimpan data itu ke server. Memang, ini membantu polisi untuk menyelidiki kegiatan kriminal yang telah terjadi.

Namun, apa yang Athena lakukan adalah tindakan pencegahan. Ia menggunakan cloud untuk menyampaikan informasi  yang ditangkap kamera keamanan secara langsung. 

Tidak peduli apakah sistem keamanan ini dipasang di toko, sekolah atau di sekitar kota, sistem akan mengirimkan notifikasi pada ponsel pengguna, ketika ia mengenali tindakan berbahaya seperti seseorang mengarahkan pistol atau mengambil pisau atau pertarungan. 

Athena juga bisa mengirimkan notifikasi langsung ke polisi. Dengan begitu, polisi akan mendapatkan rekaman video secara real-time melalui aplikasi. Jika terjadi sekolah diserang, polisi akan langsung tahu apa yang terjadi dan posisi pelaku penembakan. 

Saat ini, sistem Athena telah digunakan di Archbishop Wood High School di Warminster, Pennsylvania.

Sistem paling canggih dari Athena, yang digunakan pada Archbishop Wood High School, dapat melakukan koordinasi dengan peralatan dari pihak ketiga untuk mengunci pintu atau menahan elevator secara otomatis.

Sistem bahkan memungkinkan polisi untuk berkomunikasi langsung dengan orang-orang di tempat kejadian. 

"Polisi bisa memberikan peringatan, 'Hei, kamu sudah ketahuan. Jatuhkan pistolmu,'" kata Falzone.

"Saran yang kami terima dari para penegak hukum, terutama penjual retail atau bank -- kriminal yang ingin mencuri uang -- fitur itu akan membantu untuk mencegah terjadinya kejahatan."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.