Gedung Putih Ingin Militer AS Lebih Proaktif akan Serangan Siber

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 24 Sep 2018 12:07 WIB
cyber security
Gedung Putih Ingin Militer AS Lebih Proaktif akan Serangan Siber
Ilustrasi. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Minggu lalu, Gedung Putih telah menyetujui regulasi yang memungkinkan organisasi militer untuk melakukan "operasi siber" melawan serangan siber dari negara lain dengan tujuan melindungi sistem dan jaringan Amerika Serikat, menurut laporan The Washington Post

Regulasi bernama National Security Presidential Memorandum 13 atau NSPM 13 ini dibuat berdasarkan regulasi buatan pemerintah terdahulu. Disebutkan, regulasi ini mirip dengan strategi keamanan siber yang diterapkan oleh pemerintahan Obama pada 2016.

Namun, para kritikus merasa, strategi ini masih tidak cukup baik dan masih ada beberapa perubahan yang harus dibuat dengan segara, seperti yang disebutkan oleh Engadget

Secara khusus, strategi baru dari Departemen Pertahanan yang diumumkan pada minggu lalu membahas tentang ancaman online dari Tiongkok dan Rusia dan rencana menghadapi serangan-serangan siber.

Kunci untuk melindungi diri dari serangan siber adalah waktu. AS harus bisa mengatasi serangan itu sebelum serangan itu menjangkau jaringan AS. AS juga harus bisa proaktif dan tidak reaktif dalam dunia siber. 

Regulasi baru dari presiden memberikan ruang yang lebih lega bagi militer untuk merespons ancaman dari negara lain pada setiap waktu. Dengan begitu, militer tidak lagi harus menunggu sampai krisis terjadi sebelum mereka melakukan sesuatu. 

Memang, sekarang, dunia siber menjadi kawasan yang penting yang harus dipertahankan oleh sebuah negara. Pemerintah dan militer AS tampaknya ingin mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai serangan siber dari negara-negara lain. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.