Konser Taylor Swift Gunakan Sistem Pengenalan Wajah

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 13 Dec 2018 10:14 WIB
teknologi
Konser Taylor Swift Gunakan Sistem Pengenalan Wajah
Taylor Swift gunakan sistem pengenalan wajah di konsernya.

Jakarta: Taylor Swift menggunakan sistem pengenalan wajah dalam konser yang diadakan di California Rose Bowl. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada Swift yang masuk ke konser.

Sistem pengenalan wajah dalam konser itu dipasang ke sebuah kios yang menampilkan latihan Swift menjelang konser. Secara diam-diam, wajah orang yang melihat ke arah kios itu akan direkam.

Menurut Rolling Stone, yang sempat berbicara dengan ahli keamanan konser yang meninjau kios itu, wajah pengunjung segera dipindai begitu mereka melihat ke arah kios.

Setelah itu, data dikirimkan ke "pusat komando" di Nashville, Tennessee. Di sana, wajah para pengunjung akan dicocokkan dengan ratusan gambar dari penguntit Swift yang memang telah masuk ke dalam database, lapor The Verge.

Sebelum ini, selebritas Amerika Serikat belum pernah dilaporkan menggunakan sistem pengenalan wajah di konser mereka sendiri.

Dari segi hukum, hal ini bukan masalah. Sebuah konser adalah acara privat, yang berarti penyelenggara bisa menggunakan sistem pengawasan untuk mengawasi para pengunjung.

Sistem keamanan yang digunakan dalam konser Swift ini bisa dianggap ekstrem. Namun, ini bukan pertama kalinya sistem pengenalan wajah digunakan untuk mengenali wajah orang di konser.

Pada April lalu, polisi Tiongkok menangkap seorang tersangka yang menyembunyikan diri di antara 60 ribu pengunjung konser di Nanchang International Sports Center.

Penangkapan ini bisa terjadi berkat sistem Xue Liang atau "Mata Tajam" buatan Tiongkok, yang bisa memonitor pergerakan masyarakat Tiongkok.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.