Larangan Travel Baru Trump Kembali Gegerkan Silicon Valley

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 10 Mar 2017 18:17 WIB
teknologi
Larangan Travel Baru Trump Kembali Gegerkan Silicon Valley
Perusahaan teknologi tetap tolak peraturan pelarangan travel baru yang ditandatangani President Trump.

Metrotvnews.com: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani peraturan pelarangan travel baru yang telah direvisi. Namun peraturan baru tersebut tetap menimbulkan reaksi serupa dari perusahaan penghuni Silicon Valley, seperti saat peraturan sebelumnya diumumkan.

Uber sebagai salah satu perusahaan teknologi yang juga berkantor di Silicon Valley mengungkap penyesuaian pada peraturan baru tersebut tidak mengubah pendapatnya terkait peraturan pelarangan imigrasi yang dicanangkan pemerintahan President Trump tersebut, yaitu tidak adil dan tidak tepat.

CEO Airbnb, Brian Chesky turut menyerukan pendapat serupa terkait hal ini, dengan menyebut keputusan President Trump dalam membuat pengecualian terhadap pendatang untuk memasuki Amerika Serikat berdasarkan negara asal telah salah sejak awal.

Chesky juga menyebut perubahan pada peraturan baru tersebut tidak mengubah kesalahan tersebut. Pendapat dua perusahaan teknologi ini dilaporkan mewakili suara dari penghuni Silicon Valley yang pada pengumuman peraturan pelarangan awal mengecam keras President Trump.

Kecaman kepada President Trump terkait peraturan pelarangan travel tersebut disuarakan sejumlah perusahaan teknologi pada bulan lalu, akibat membatasi visa untuk pendatang yang berasal dari tujuh negara. Kecaman tersebut kemudian diikuti oleh aksi tidak setuju dari masyarakat Amerika Serikat.

Pada akhir Januari lalu, sebanyak lebih dari 100 perusahaan teknologi, termasuk Apple, Google, Microsoft, dan Amazon memberikan dukungannya untuk salah satu dari sejumlah kasus yang diajukan guna menolak peraturan tersebut.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungannya terkait penolakan terhadap peraturan tersebut, CEO Uber, Travis Kalanick mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota kelompok penasihat bisnis Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada awal Februari lalu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.