Symantec Kucurkan Rp30,8 Triliun Demi Beli LifeLock

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 21 Nov 2016 23:00 WIB
symanteccyber security
Symantec Kucurkan Rp30,8 Triliun Demi Beli LifeLock
Symantec baru saja mengakuisisi LifeLock. (REUTERS/David Becker/File Photo)

Metrotvnews.com: Symantec berkata, mereka akan mengakuisisi perusahaan layanan perlindungan pencurian identitas, LifeLock senilai USD2.3 miliar (Rp30,8 triliun). Tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan unit keamanan siber Norton miliknya.

Software keamanan milik Symantec biasanya dijual sebagai paket dalam PC. Mengingat penjualan PC yang terus turun, penjualan Norton juga ikut menurun meski unit ini masih menghasilkan untung.

"Seiring dengan menciutnya pasar PC, penjualan Norton juga terus menurun. Akuisisi ini akan memberikan pendapatan sebesar USD660 juta (Rp8,8 triliun) untuk bisnis konsumen dan membuatnya kembali dapat tumbuh," kata CEO Symantec, Greg Clark dalam sebuah wawancara, seperti yang dikutip dari Reuters.

Akuisisi LifeLock oleh Symatec sejalan dengan rencananya untuk memperkaya produk yang mereka tawarkan. Pada bulan Agustus lalu, Symantec membeli Blue Coat, yang membantu perusahaan-perusahaan untuk menjaga keamanan siber mereka.

Akuisisi Blue Coat bernilai USD4.65 miliar (Rp62,2 triliun). Sebelum menjabat sebagai CEO Symantec, Clark bekerja di Blue Coat.

Bermarkas di Tempe, Arizona, LifeLock menawarkan berbagai layanan seperti memonitor pembukaan akun baru dan pendaftaran terkait kredit sehingga mereka dapat memeringati pengguna ketika identitas online mereka digunakan tanpa izin. LifeLock juga bekerja sama dengan badan pemerintah, penjual dan pemberi kredit untuk melakukan mediasi saat terjadi pencurian identitas.

Executive Vice Presdient of Norton Business Unit, Fran Rosch berkata, Symantec memang telah bermain dalam pasar keamanan identitas online, tapi tidak memiliki jangkauan seluas LifeLock, yang memiliki pengguna 4,4 juta orang.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 days Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.