Facebook, Alphabet dan Twitter Diminta Revisi Kebijakan Layanan

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 19 Mar 2017 09:47 WIB
media sosialfacebooktwittergoogle
Facebook, Alphabet dan Twitter Diminta Revisi Kebijakan Layanan
Tiga jejaring sosial diminta ubah Term and Conditionnya di wilayah Eropa.

Metrotvnews.com: European Commision dan badan otoritas perlindungan konsumen Eropa meminta Alphabet Inc, Facebook Inc, dan Twitter Inc, mengubah Term of Service mereka untuk wilayah Eropa. Badan pemerintah Eropa tersebut memberikan ketiganya waktu satu bulan untuk memenuhinya.

Ketiga perusahaan jejaring sosial tersebut, dengan Alphabet mengusung Google+, terancam denda dari pihak pemerintahan Eropa tersebut, jika tidak berhasil memenuhi permintaan badan otoritas dalam waktu satu bulan.

Menurut Android Authority, pokok Term and Condition (T&C) yang dipermasalahkan badan otoritas Eropa termasuk mengharuskan pengguna untuk mencari perlindungan di pengadilan di California, lokasi basis ketiga perusahaan tersebut, dan bukan negara tempat tinggal mereka.

Selain itu, pokok lainnya adalah keharusan konsumen untuk melepaskan hak wajib, serta kekuatan berlebih bagi perusahaan tersebut untuk menentukan kesesuaian konten yang dihasilkan oleh pengguna jejaring sosial.

Sementara itu, Reuters juga mengklaim bahwa Jerman berencana untuk merilis hukum baru yang akan mengharuskan situs jejaring sosial tersebut untuk menghapus konten mengancam atau fitnah secara cepat, atau bersiap terkena denda hingga EUR50 juta atau Rp717 miliar.

Keputusan tersebut menjadi upaya pencegahan potensi jejaring sosial sebagai media penghasil konten kekerasan, mengancam dan atau tidak akurat, semakin membesar. Sementara itu, Facebook juga telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatikan Indonesia, untuk menanggapi berita palsu dengan lebih cepat.

Selain itu, Facebook juga mengumumkan akan menghadirkan citizen journalistic atau yang mereka sebut Facebook Journalistic untuk memerangi hoax, serta mengikutsertakan label "terbantahkan" untuk berita yang dilaporkan sebagai hoax.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.