Begini Strategi Metro TV Hadapi Era Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 25 Nov 2016 11:34 WIB
teknologi
Begini Strategi Metro TV Hadapi Era Digital
Ilustrasi TV digital. (USA Today)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hadirnya era digital membawa tantangan tersendiri bagi stasiun TV. Saat mengobrol dengan Direktur Teknik Metro TV, Mirdal Akib, dia bercerita bahwa di era digital, persaingan di industri siaran akan menjadi lebih ketat karena semakin banyak pilihan yang tersedia untuk penonton. 

"Frekuensi akan jadi lebih irit. Jadi, satu frekuensi bisa ditempati oleh banyak channel. Karena itu, tentu persaingan jadi lebih kompetitif," kata Mirdal.

Untuk menghadapi tantangan baru di era digital, Mirdal menjelaskan beberapa langkah yang diambill oleh Metro TV agar tetap relevan dan tidak tergerus zaman. Salah satunya adalah migrasi frekuensi dari analog ke digital. 

"Metro TV adalah salah satu dari sedikit stasiun TV yang siap untuk mingrasi ke TV digital," ujar Mirdal. Karena itulah, dia berharap pemerintah segera mengeluarkan regulasi untuk implementasi TV digital. Saat ini, pemerintah menargetkan migrasi ke digital pada tahun 2018. Mirdal mengaku, Metro TV siap untuk melakukan migrasi digital pada tahun 2017.



Langkah lain yang diambil oleh Metro TV untuk menghadapi era digital adalah perubahan infrastuktur internal untuk beralih dari kualitas SD ke HD. 

"Seluruh infrastruktur Metro TV, dari MCR, newsroom dan infrastruktur lainnya beralih ke kualitas HD," ujar Mirdal. "Dengan begitu, kami harap kami dapat tetap memberikan pelayanan terbaik untuk penonton dan tetap menjadi TV berita yang terdepan."

Selain perubahan teknis, Mirdal bercerita, Metro TV juga akan mempersiapkan karyawannya untuk menghadapi era digital. Dia menjelaskan, perubahan yang dilakukan Metro TV akan mengubah cara kerja para karyawannya.

Jika sebelum ini mereka bekerja dengan semi-manual, nantinya semua akan serba otomatis. Hal ini akan mendorong peningkatan efektivitas proses kerja yang signifikan.

Mirdal merasa, pekerja Metro TV sudah siap untuk berubah meski tetap ada beberapa hal lain yang masih harus disiapkan. Salah satunya caranya dengan melakukan pelatihan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.